Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KETIDAKGENAPAN




Oleh: Dyah Ayu Fitriana

       Aku pernah bertanya pada seseorang di seberang jalan, apakah yang dinamakan kegenapan. Ia menertawakanku, entah karena pertanyaan yang begitu lugu atau karena dekilnya wajah dan bajuku diterpa angin kering musim paceklik.
       Ia berlalu, menaiki sebuah bendungan waduk yang airnya telah mengering dan tanahnya telah membatu. Aku mengikutinya, menaruh sepeda sekedarnya dan dengan susah payah meraih gundukan bangunan itu. Wajahku diterpa angin yang menyakitkan dan aku masih saja melontarkan pertanyaan serupa.
       Ia bergeming, sesekali tetap saja tertawa. Aku meloncat turun ke tanah kering. Hatiku mengutuki segala ketidakgenapan yang menyiksa mata dan hatiku. Tanah yang dicampakkan hujan, langit yang diabaikan awan, bahkan jalanan berdebu yang ditinggalkan para penduduknya.
       Paceklik ini begitu panjang. Menyisaan kerinduan yang sesak menyesak pada hujan. Rumput yang telah kehabisan napas, ikan yang tinggal belulang, dan aku yang dilanda paceklik begitu panjang.
       Aku berandai-andai, jika hujan datang saat ini juga. Aku melihat diriku sendiri di sana, menari di tengah guyuran air langit, kupandang lekat-lekat senyuman itu, tarian itu, mengembang setiap tetesan air menyentuh tubuhnya. Pada waktu itu, aku menyaksikan sendiri bagaimana kegenapan telah memeluk diriku. Dapat kudengar jelas, bagaimana lelaki tua itu menertawakanku dan segala halusinasi yang kuciptakan sendiri.
      Ah, aku tak peduli. Memang, apa salahnya menunggu?

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar