Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KAMAR, PANGGUNG PENTAS SENI

Oleh : Dedi Hidayat

adalah sebuah ruangan segi empat nan mungil 
yang menjadi taman bermain seorang anak kecil
di langit-langitnya bergelantungan benda-benda bak resepsi
pada dindingnya berkelir abstraknya warna warni
dan di atas lantainya
berserakan mainan-mainan nan amat ku senangi.

atmosfer yang bagus untuk menghabiskan hari-hari, seorang anak nan penyendiri
mengitari setiap sisi demi sisi ruangan berulang-ulang kali.
berkhayal menjadi seorang pengkelana nan menjelajah tanpa henti
seolah-olah kamarku sudah jauh lebih luas dari langit dan bumi.

kasur menjadi panggung utama pergelaran pentas seni
yang aktor utamanya (aku) hanya berguling-guling kesana kemari
lalu meloncat-loncat dan berlari-lari.

aku pandai bersandiwara dengan para mainan
hingga lupa dengan yang namanya kelelahan
lupa kapan waktunya makan
lupa juga untuk apa itu tangisan
bahkan dengan yang namanya teman.

meskipun sendirian
tetap berbagai drama sukses aku sajikan,
berbagai peran sukses aku mainkan. 
walapun pertempuran yang lebih dominan
dan tak ada yang membahas tentang percintaan

di dalam kamar, aku juga belajar menjadi sutradara yang hebat
melalui mainan-mainan yang ku genggam erat
yaa walaupun seluruh skenario yang aku ciptakan 
tanpa pesan moral dan manfaat.
namun antara super hero dan penjahat
pertarungannya aku atur sedemikian ketat
hingga ketahap benar-benar dahsyat
sampai-sampai tak bisa di nalar akal sehat

aku juga pandai membuat lukisan
meskipun keseluruhannya lebih terlihat seperti coret-coretan
tapi bagiku itu adalah seni tentang ke-abstrak-an
hal-hal yang rumit lebih kucintai
kerna lebih penuh dengan tantangan

bernyanyi dan menari
di depan cermin yang siap meng-apresiasi
kulakukan sepuasnya hati
"kua hebat" kata seseorang dari dalam sana
kujawab "terima kasih pujiannya"

meski sendiri tanpa seorang teman
tak apa asal kudapatkan kebebasan
dan jauh dari yang namanya gangguan
semuanya tentang kebahagian
yang ada hanyalah keceriaan
mungkin juga sudah bisa disebut "kegirangan"

tak pernah kurasakan apa itu sepi
di dalam  ruangan yang mungkin terdengar sunyi
tapi selalu bertabur akan imajinasi
melakukan semua hal rumit yang ku sebut.. "seni"..














Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar