Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

JOKER AND ME

                       Oleh: Binti Fahim

    Akhir-akhir ini, seringkali kita dapati teman-teman kita yang memasang foto Joker sebagai foto profil Whatsapp, daily story, ataupun dibuatkan kata-kata untuk dijadikan sebuah video dengan Joker sebagai background. Apa artinya? Setiap kita pasti pernah menjadi korban bullying atau juga pernah menjadi yang tersakiti. Entah apakah separah Arthur dalam film Joker atau tidak, semua pasti pernah. 
     Joker and Me. Jiwa-jiwa Joker memang tidak sedikit. Trauma psikis mungkin saja kita alami selang beberapa lama. Dan dari trauma psikis tersebut, kita bisa saja menyumpah mereka yang pernah membully/menyakiti dengan suatu sumpahan yang bukan main-main. Atau bahkan seperti Joker dengan berbilang Aku ingin mereka mati. Ya, intinya rasa balas dendam itu pasti saja ada. 
     Akan tetapi, dalam agama kita, agama Islam, agama damai, kita diajarkan untuk tidak membalas dendam malah bahkan membalas dengan berbuat kebaikan. Seperti yang dikatakan oleh Isa AS: (الاحسان أن تحسن لمن أساء إليك) Kita juga diajarkan bagaimana bersabar, ataupun bersikap dalam menghadapi perlakuan yang menyakiti kita.
     Korban bullying tentu tak hanya satu atau dua manusia, hati yang tersakiti tentu tak hanya terdiri dari hitungan jari. Akan tetapi yang mencoba bangkit dan mengubah rasa sakit untuk labih bisa menginspirasi jutaan hati tersakiti serta lebih berhati-hati agar tidak memahat jiwa-jiwa Joker pasti masih sedikit. So, mau tetap terus berucap sumpah serapah pada mereka-mereka yang telah menyakiti kita, dan mulai merelakan diri dengan berbuat kecil atau besar suatu kejahatan atau kemudian bangkit kemudian memaafkan mereka? Fix, itu berat. hehehe
     Joker and Me, fix, kita sama bung. Tapi pilihan itu ada di tangan kita. Bekali saja diri kita dengan akhlak yang baik. Tuhan pasti tahu kok, apa saja yang menimpa kita. Tuhan juga nanti akan membalasnya, tidak perlu kita susah payah membalas mereka, membuat kerusakan atau bahkan sampai haus darah sebagai pelampiasan. Why?? Membalas dendam bukan membuat tenang, tapi semakin membuat mental kita tertekan. 
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar