Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

EDUKASI DARI FILM KARTUN ABOMINABLE- sebuah misi besar penyelamatan tanpa pamrih


 Oleh: Nety Novita Hariyani

Sinopsis Film
            Bermula dari seorang gadis kecil bernama Yi yang sering mengasingkan diri ke atap apartemennya, hingga suatu saat ketika ia sedang bermain biola ia bertemu dengan makhluk besar berwarna putih. Awalnya Yi begitu takut, namun ketika ia menyadari bahwa makhluk itu terluka akhirnya ia memberanikan diri untuk membantu makhluk yang kemalangan itu. Ia beri makan dan rela  menghabiskan uang yang selama ini ia kumpulkan dari kerja kerasnya demi mengobati makhluk yang baru ia lihat untuk pertama kali itu.
            Hari demi hari ia rawat makhluk itu, sampai akhirnya ia menemukan informasi bahwa makhluk itu ternyata hewan langka yang melarikan diri dari Dr. Zara yang bersekongkol dengan Burnish, pria kaya raya yang menemukan makhluk itu di Gunung Everest. Mereka ingin menunjukkan pada dunia atas penemuan hebat itu. Setelah Yi mengetahui bahwa makhluk itu memiliki kekuatan magic, akhirnya Yi berusaha keras untuk menyembunyikan dan merawat sekuat tenaganya.
            Namun suatu ketika Dr. Zara mengetahui bahwa makhluk tersebut disembunyikan oleh Yi di atap apartemennya. Segera Dr. Zara kerahkan semua bawahannya untuk menangkap makhluk itu. Tentu saja Yi bergegas membawa pergi makhluk itu, sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengantar makhluk yang ia panggil everest itu untuk kembali ke tempat asalnya. Jin dan Peng, sepupu Yi tak mau meninggalkan Yi seorang diri pergi untuk melakukan misi besar itu. Akhirnya mereka Yi, Jin, Peng bersama Everest melakukan perjalanan jauh dari Shanghai menuju Gunung Everest.
            Perjalanan berat Yi dan teman-temannya dipenuhi dengan tantangan. Dr. Zara dan Burnish berusaha keras untuk mengikuti mereka. Daerah demi daerah mereka lewati, sungai demi sungai mereka sebrangi, hutan demi hutan mereka susuri. Rasa takut akan perjalanan jauh tak mereka perdulikan, yang paling penting adalah Everest bisa kembali ke keluarganya. Mereka tak perlu khawatir di tengah perjalanan akan merasa kelaparan, kekuatan magic yang dimiliki oleh Everest bisa membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hanya perlu bersenandung, apa yang Everest inginkan akan terwujud dengan mudahnya.
            Perjalanan semakin rumit, ditambah lagi pencarian yang dilakukan oleh Dr. Zara dan bawahannya membuat Yi dan teman-temannya harus bisa menghindar. Namun rasa letih terbayarkan saat Yi mengetahui bahwa perjalanan yang mereka lakukan telah melewati tempat-tempat yang selama ini ingin dikunjungi oleh ayahnya. Tibalah mereka di tempat terakhir perjalanan yang paling ingin dikunjungi oleh ayahnya, sebuah tempat letaknya patung buddha terbesar di dunia. Yi memainkan biola, menangis, air matanya memunculkan bunga-bunga indah. Yi harap kepergian ayahnya ke alam lain tak membuat keinginan ayahnya pupus, Yi berhasil mewujudkan impian ayahnya dengan perjalanan itu.
            Di tengah perjalanan menuju Gunung Everest, Dr. Zara dan Burnish akhirnya menemukan mereka. Namun Burnish pemimpin mereka, baru menyadari bahwa Everest tidak seharusnya ditangkap melainkan harus dilindungi. Akan tetapi Dr. Zara berkhianat, ia malah membius Burnish dan tetap  menangkap Everest untuk dimanfaatkan dan diambil keuntungan darinya. Everest ditangkap bersama Jin dan Peng, sedang Yi didorong ke jurang. Namun Yi ternyata masih hidup, semangat perjuangannya menolong Everest tak pernah pudar. Setelah Burnish siuman, Yi dan Burnish beserta bawahannya mengejar Dr. Zara dan akhirnya berhasil menyelamatkan Everest dari Dr. Zara.
            Dari sinopsis film yang telah dipaparkan oleh penulis di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya kita harus selalu menolong dan melindungi makhluk lemah, apalagi makhluk itu langka. Tanpa kita sadari sesuatu yang ingin kita tuju akan terwujud bersamaan dengan kebaikan yang telah kita tanam. Benar kata pepatah, apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita tuai.
(Pondok Pesantren Darun Nun Malang)

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar