Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DARINYA AKU BELAJAR BERBAIK SANGKA

Oleh Mutiara Rizqy Amalia


          Suatu pepatah yang mengatakan “undzur ma qoola wa laa tandzur man qoola (lihatlah apa yang dikatakan jangan lihat siapa yang berkata). Pepatah ini lebih berkesinambungan dengan husnudzon, melihat sesuatu dari segi positif dan jangan sekedar melihat cover, siapa tau di dalamnya penuh hikmah dan pelajaran.
          Kala mentari menyapa dengan cahayanya, kulangkahkan kaki bersama beribu-ribu niat yang telah kubangun di malam hari. Kuberjalan menuju sebuah gedung putih abu-abu bermaterial kaca di setiap dindingnya, berlantai lima dengan segala tiang yang menopangnya. Dengan santainya aku duduk di kursi hitam empuk dan membuka coretan-coretan penaku yang amburadul.
          Tiba-tiba datang seorang berperwakan kurus dan tinggi semampang, bapak security yang berjenggot tipis dan manis. Tiba-tiba beliau berpesan kepadaku "kalo sudah berjilbab, hatinya dijilbabin yah, pertama. Yang kedua, yang paling penting itu attitude, kalo kita sudah gak kaya, gak pinter, gak sehat, apa yang mau dibanggain kecuali akhlak yang baik" kurang lebih seperti itu perkataan beliau.
          Kepalaku hanya mengangguk-angguk seakan terrhipnotis dengan pesan beliau. Aku tercengang dan terdiam sepi memikirkan sosoknya. Menatap penuh haru dan bahagia, ada orang yang mampu menasehati tanpa sebab. Sungguh menusuk hati, simpel dan bermakna.
          Memang benar, adab adalah hal terpenting yang harus dimiliki setiap orang, al adabu fauqol ilmi, adab itu diatas ilmu. Faktanya banyak orang yang berintelektual dan berpangkat tinggi masih saja bermain-main atas amanah yang diberikan.  Jabatan hanya sebagai jembatan memperoleh kekayaan tanpa keabadian. Keinginan mengalahkan segala peraturan kemanusiaan.
Dari Bapak itu aku pun menyadari, bahwa setiap orang mempunyai celah masing-masing dalam berbuat baik, menjadi manusia yang utuh dalam bertindak. Tidak hanya memikirkan ladang keduniawian tapi juga ukhrawi yang abadi. Penampilan tidak mencerminkan isi hati. Yang lebih indah adalah kebaikan hati yang tecermin dalam tindakan juga ucapan.

Teori bentuk bumi yang bulat
Roda yang tiada hentinya berputar
Jam yang terus berdenting
Begitulah dunia
Dia tak harus monoton menuruti semua kemauanmu
Sebagai hamba yang lemah tentulah mempunyai banyak angan
Hingga Gunung Everest pun lunglai
Kamu pun boleh berbuat sesukamu, dan mintalah semaumu
Tapi, bukankah di atas langit masih ada langit?
Tak semua yang kamu inginkan akan sesuai dengan harapanmu
Jangan terlalu berharap dengan hal abstrak
Dialah yang satu-satunya yang pantas dijadikan sandaran
Segalal kuasaNya paling terjamin bagi hamba yang dirindukan
Baik sangka sebagai jalan untuk seluruh titik akhir
Karna Dia sesuai dengan prasangka hambaNya

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar