Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

CORETAN LIRIH MALAIKAT KECIL

Oleh : kamilla kotta

Aku hanyalah  gadis kecil yang suka bersembunyi dibalik pundaknya
Selalu malu jika ada orang asing yang mulai menyapanya
Dan mulai membuka mata ketika mendengar suaranya
Serta berani melangkah tatkala terulur tangannya

Nyatanya...
Ia bukanlah Mario Teguh yang membangkitkan dengan motivasinya
Dan bukan juga Kahil Gibran yang menyanjung dengan sajak-sajaknya
Ia hanyalah seorang lelaki yang diciptakan Tuhan untuk dipanggil “papa”
Dengan segala keunikan dan kehebatan yang ada pada dirinya

Dunia berputar dengan bigitu cepatnya...
Tak terasa wajah tegasnya sudah tampak keriput
Bahkan sebelum diri ini ada untuk membutanya tersenyum
Pundak kokohnya perlahan meringkuk tanda dirinya sudah mulai surut
Sedangkan bayangan akan kebahagiaan dirimu akan menyumsum

Untuk membuat mu bahagia...
Tidak perlu diukir dengan indahnya kata-kata
Namun bisa dirangkai dengan khidmatnya lantunan doa
Bait sederhana namun bermakna
Yang melukiskan tentang dirinya
Aku hanyalah anak sulung yang bangga dengan angka 1 nya. Selama ini yang kupikirkan hanyalah kesenangan semata. Berangan tinggi tanpa adanya sebuah aksi, bahkan aku masih berani menatap nya dengan sekelumit keegoisan yang terus bergejolak dalam pikiranku, tanpa pernah berpikir bahwa ada beribu-ribu beban kehidupan yang akan kutanggung demi mereka

Pijakan kaki ini menyadarkanku akan banyak hal, mereka tak lagi seperti dahulu kala. Memang benar mereka akan selalu ada didepanku, menjadi tameng pelindung dikala aku dalam bahaya, menjadi seperti mario teguh dikala aku jatuh, dan menjadi rumah tatkala aku rindu

Tak bisa diukir dengan kata-kata
Namun bisa dirangkai dengan lantunan doa
Bait sederhana namun bermakna
Yang melukiskan tentang dirinya

Engkau bukanlah seorang motivator
Dan bukan juga penyair yang handal
Namun kata-kata mu membuat ku sadar
Akan kehidupan fana ini yang sangat sakral

Dahulu aku hanyalah anak kecil
Yang selalu sembunyi dibalik cangkang kokoh  ketika melihat orang asing
Namun perlahan engkau menarukku

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar