Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Cintai Habib

Cintai Habib


Oleh: Muhammad Anis Fuadi
Sebagai seorang muslim, mencintai Rasulullah Saw merupakan amalan mulia dengan berbagai faedah. Berbagai upaya dilakukan kaum muslim sebagai ungkapan cinta kepadanya seperti dengan lantunan-lantunan sholawat, mempelajari hadits-haditsnya dan terpenting adalah mengamalkan sunnahnya menaati perintahnya. Entah bagaimana bisa kaum muslim hari ini mampu mencintai Rasulullah Saw padahal mereka tidak pernah hidup di masa Rasulullah Saw. Umumnya seorang manusia akan timbul rasa cinta ketika dia telah berjumpa dengan orang yang dicintainya.Sulit dibayangkan bagaimana dahsyatnya tangis rindu kaum muslimin ketika benar-benar dijumpakan dengan Sang Baginda Nabi Saw kelak. 
Besarnya kecintaan umat islam kepada rasulnya tidak sebatas pada diri seorang Rasulullah Saw, rasa cinta ini menjalar hingga para anak cucu beliau Saw. Umat muslim seringkali biasa menyebut anak cucu keturunan Rasulullah Saw dengan sebutan ahlul bait atau lebih populer dengan sebutan habib. Di Indonesia, sangat terlihat jika para habaib begitu dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat. Akan tetapi tidak sedikit orang yang hanya menganggap biasa bahkan menyangkal bahwa habib adalah anak turun Rasullullah Saw. Lebih parahnya lagi adalah beberapa kelompok yang membenci para habaib. 
Berdasarkan data yang diambil dari www.eramuslim.com Indonesia negara dengan jumlah habib terbanyak. Marga-marga langka yang tidak dapat ditemui di negara-negara timur tengah dapat dijumpai di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Negara Indonesia adalah negara yang secara istimewa dipilih Allah SWT. Negara dengan dihuni para habaib dalam jumlah besar tentu bukan hal yang biasa. Pasti ada hikmah besar yang terkandung dibaliknya. Dalam kitab maulid diba' yang disusun oleh Syekh Imam Abdurrahman ad-Diba'i terdapat bunyi maulid:
اهل بيت المصطفى الطهر # هم امان الارض فالدكر
شبهوا بالانجم الزهر # مثل ما قد جاء في السنن

"Ahlul bait (keluarga Nabi) adalah orang-orang suci, mereka laksana benteng keamanan bagi penduduk bumi.
Mereka serupa bagaikan bintang-bintang yang gemerlapan terang, perumpamaan mereka itu telah datang dalam sabda sunnah-sunnah Nabi SAW"
Dari teks maulid diatas dapat kita ketahui bahwa mencintai para habaib merupakan suatu amalan yang jelas perintah dan manfaatnya. Para habaib adalah benteng keamanan bagi penduduk bumi. Tidak heran jika Indonesia yang notabene memiliki penduduk dari kalangan habaib dalam skala besar menjadi negara yang aman tanpa peperangan ataupun konflik apapun. Umat pecinta habib adalah salah satu kuncinya. Dengan mencintai habib maka para habaib sendiri juga akan segan dengan pecintanya sementara Rasulullah Saw pun ikut senang karena umatnya mencintai anak turunnya. Ketika suatu negara yang banyak diantara penduduk sudah disegani dan dicintai oleh Rasulullah Saw beserta keluarganya, maka tidak dapat dibayangkan bagaimana dahsyatnya kekuatan negara tersebut. 
Disamping itu, kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw hendaknya sadar bahwa kecintaan kita terhadap para habaib jangan sampai melampaui rasa cinta kita kepada Allah dan RasulNya. Karena hal ini yang biasanya digunakan sebagai celah yang digunakan kelompok tertentu untuk mengklaim bahwa mencintai habib adalah perbuatan yang sesat. Rasa fanatik yang berlebihan memang tidaklah baik, setidaknya kita sadar bahwa para habaib juga merupakan manusia biasa yang tak luput dari dosa. Beberapa kejadian memang menunjukkan perilaku yang tidak baik dari beberapa habaib seperti tindak kekerasan ataupun sebagainya. Namun, adanya setitik kesalahan dari seorang manusia tentu merupakan hal lumrah. Adanya kejadian seperti itu harusnya sama sekali tidak membuat kecintaan kita kepada para habaib tergoyahkan.

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar