Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BERKAH SHALAWAT MAKSIAT MINGGAT

Oleh: Arfiatul Aliyah 

Menurut Abu al-Aliyah, shalawat Allah berarti pujian-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. Di hadapan para malaikat. Shalawat para malaikat berarti doa. Menurut Suftan at-Tsaury, shalawat dari allah berarti memberi rahmat; dari malaikat memohonkan ampunan. Sedangkan menurut Ibnu Abbas, Yusholluna berarti memberi berkah. “ Shalawatnya orang-orang mukmin berarti berdoa agar diberi rahmat, seperti dengan perkataan: Allahumma salli ala muhammad. 

Sholawat merupakan bentuk rasa cinta umat terhadap rasul-Nya yakni Nabi Muhammad saw, dan mencintai Rasulullah saw termasuk sebagian dari iman. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasullah bersabda, “ Demi Dzat yang berada dalam kekuasaan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian sehingga aku lebih dicintainnya dari pada orang tua dan anaknya sendiri. 
Shalawat juga memuliki banyak keutamaan, maka dari itu allah memerintahkan para umatnya untuk selalu bersholawat kepada rasulnya, sebagaimana firmannya dalam surat al-ahzab: 56

ان الله وملئكته يصلون على النبي يايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما 
Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadannya.

Di indonesia sholawat bukanlah hal yang asing bagi warga islam, banyak acara-acara keislaman yang didalamnya diselipkan sholawat seperti dibaan atau majlis yang lainnya. Shalawat juga dijadikan sebagai sarana hiburan yang sekaligus sebagai sarana berdakwah seperti yang telah digalakkan oleh Habib Syekh bersama Ahbabul Mustofa.

Berkah sholawat maksiat minggat, begitulah kata habib Syekh bin Abdul Qadir assegaf atau yang sering kita kenal dengan Habib Syekh, beliau berdakwah dengan melantunkan sholawat yang apik di dengar bersama ahbabul musthofa sebagai pengiring, dengan mengajak masyarakat untuk melantunkan syi’ir-syi’ir sholawat yang mudah dipahami agar masyarakat tertarik untuk mendengar dan ikut melantunkan sholawat.

Sholawat dari habib syeh juga tidak hanya sholawat-sholawat berbahasa arab, banyak sholawat yang memakai bahasa jawa dan bahasa indonesia. Banyak sholawat dari habib syekh yang mengandung pesan-pesan untuk para pendengarnya seperti syi’ir tanpo wathan, turi putih dan masih banyak lagi. Contoh penggalan lirik sholawat yang sering dilantunkan oleh Habib Syekh disetiap kesempatan.

Sholatullah salamullah * ala thoha rasulullah
Sholatullah salamullah * ala yasin habibillah
Tawassalna bibismillah * wabil hadi rasulillah 
Wakulli mujahidi lillah * bi ahlil badri ya allah
Ayo kabeh masyarakat *  bareng-bareng maca sholawat 
Marang kanjeng nabi muhammad * berkat sholawat maksiat minggat 
Ulama’e ngajak sholawat * Umaro’e ngajak sholawat 
Masyarakat gelem sholawat * berkah sholawat uripe nikmat

Sholawat diatas sangat mudah dipahami maknannya, dengan pesan-pesan yang ringan yang dengan mudah dipahami dan diamalkan para jamaah yang mendengarnya. Pesan sholawat dari Habib Syekh tidak hanya untuk masyarakat bawah namun untuk semua kalangan dari yang kecil sampai yang tua tidak pandang kekuasaan.

Sholawat apapun itu pasti akan memberikan berkah tersendiri bagi pembaca dan pendengarnya. Sholawat dipanjatkan sebagai bentuk rasa cinta terhadap nabi Muhammad saw yang kebanyakan berupa lantunan-lantunan lagu atau syi’ir.

Sholawat tidak harus panjang dan ribet, banyak sholawat yang mudah dihafalkan secara otodidak atau karena sering didengar, misal saja sholwat nabi yang satu ini, Allahumma solli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad , atau mungkin ingin memakai sholawat yang lebih pendek lagi bisa menggunakan Shalallahu alaihi wa sallim. Sholawat diatas sangatlah mudah dan tidak memberatkan bisa dijadikan dzikir untuk keseharian, yang bisa dilafalkan kapanpun.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar