Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BELAJAR MENJADI HURUF ''A''




       Oleh: Baedt Giri Mukhoddam Billah

      Arti kata dari “perspektif” adalah penafsiran seseorang atas sesuatu hal yang dibahas oleh penafsir itu sendiri. Akan tetapi pengertian lebih mudah tentang kata ini adalah sudut pandang. Setiap orang berhak menentukan perspektif nya sendiri, karena hak tersebut pasti ada hal buruk dan baiknya. Dari hal buruknya adalah dengan sangat luas nya perspektif orang-orang yang bermacam-macam dapat menimbulkan perspektif negatif yang sangat fatal. maka dari itu perspektif tidak semena-mena diterima oleh beberapa pihak yang bersangkutan, dan wajib melalui seleksi dan pemikiran yang benar-benar logis. Ada pun hal positif dari kebebasan berperspektif yaitu akan timbulnya pemikiran-pemikran cemerlang walaupun hanya berasal dari satu masalah. Perlu diketahui bahwa bangkitnya masa setelah keterpurukan islam pada waktu itu, kemudian ketika kebebasan berpendapat mulai disahkan, perkembangan keilmuan menjadi lancer hingga saat ini kita mengetahui segala ilmu dari berbagai penjuru dunia.
       Huruf “A” adalah huruf pertama dari seluruh abjad huruf latin, dan itu memberikan beberapa lambang dalam kehidupan yang sangat bermacam-macam maknanya tergantung dari sudut pandang dan persepsi masing-masing pihak dari pembuat persepsi tersebut. Ada juga yang membuat kelas “A” menjadi kelas paling susah diatur, yang kemudian menumbuhkan rasa horor pada guru-guru ketika mendapat jadwal mengajar pada kelas tersebut. Akan tetapi makna yang huruf “A” yang paling masyhur adalah ketinggian nilai dari huruf tersebut. Kita lihat dari yang terdekat saja yang ada pada sekitar dunia perkuliahan, huruf “A” yang terscantum pada SIAKAD mahasiswa-mahasiswa yang mengerjakan tugas siang dan malam, untuk satu huruf semata.
       Tapi perlu digaris bawahi apa saja usaha yang dikeluarkan untuk mencpai sesuatu yang sempurna, perlu namanya perjuangan. Yang namanya juga nilai sempurna itu juga semua orang bisa memilikinya. Tergambarkan dengan jelas bahwa huruf “A” menopang tubuhnya dengan kedua kakinya yang mana mereka saling menguatkan untuk berdiri tegak dengan gagahnya. Sangat lah pas jika disandingkan kepada orang yang sukses terhadap apa yang telah ia perjuangkan.
         Ke sakral an dari huruf “A” ini juga mengambil resiko yang tak kalah berat. Contoh saja ketika kamu tiba-tiba mendapatkan nilai tes yang tinggi, dan kemudian diletakkan ditempat orang-orang hebat, yang pada awalnya kita setia berteman dengan teman kita yang kurang pintar, dan harus pindah karena menempati kelas yang ditentukan. Setelah itu teman yang aslinya sangat terbuka diantara kita, berubah menjadi sangat sungkan karena mereka merasa belum menyamai level keilmuan dari kita. Kejadian ini tidak satu atau dua kali terjadi, bahkan berkali-kali dan hampir menjadi tradisi dari aspek kehidupan dalam perjuangan menuntut ilmu dimana pun kita belajar.
Salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari huruf “A” ini adalah setiap yang spesial pasti asing dan jarang. Maka janganlah kamu mengeluh dengan alasan kamu berjuang sendiri, karena yang sendiri itu lah yang spesial, dan hal-hal yang mudah ditemui, bukan-lah lagi hal yang spesial.


Kambing sarapan dengan kertas
Waktu rumput dihuni hewan melata
Menyendiri dan maju adalah emas
Ketika teman menjadi halangan utama

Anjing menemani kematian majikan-nya
Disusul-nya hingga pemakaman
Tiada guna kebersamaan dalam duka
Jika tanpa disertai-nya kemajuan
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar