Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BAHASA ARAB MEMBUMI DI TANAH SUNDA

   
                      Oleh: Neng Sumiati

       Tanah Sunda bukan hanya dikenal sebagai daerah yang sejuk dengan berbagai macam pariwisatanya, namun juga karena kecantikan alamnya.Mungkin beberapa tahun ini, kita sering mendengar ungkapan dari kalangan para akademisi “ Yuk kita belajar bahasa inggris, di kampung inggris atau Pare”.Nama daerah yang bernama Pare pun kian digaungkan karena ketenarannya akan penduduknya yang dapat berbicara menggunakan bahasa inggris, dan hal ini juga terjadi sampai kepada ranah para pedagang.
       Puncak, Cisarua, Cianjur.Daerah yang sudah tidak asing di khalayak umum, bagaimana tidak karena berbagai orang saling berdatangan ke daerah ini, tidak hanya penduduk setempat atau pribumi sendiri, tetapi pendatangnya dari berbagai belahan dunia.Sejuk, indah, dingin, itulah rasa yang akan siapapun dapatkan ketika mengunjungi daerah ini, dan juga akan disambut dengan hamparan perkebunan the yang semakin membuat daerah ini semakin cantik karena alamnya.
       Namun apakah kalian tahu, bahwa Bahasa Arab begitu membumi di daerah ini, alasannya tidak akan jauh sampai dikatakan bahwa daerah ini adalah daerah keturunan Arab, tentu itu merupakan pendapat yang salah.Karena banyaknya pengunjung dari berbagai belahan dunia seperti dari negara Timur Tengah yang setiap tahunnya selalu menjajaki daerah ini, mereka pun mempunyai alasan yang sama karena daerah ini memiliki kecantikan alam tersendiri dan udara yang menyegarkan jasmani.
       Karena faktor tersebut, sehingga  berkembanglah Restoran, Villa bahkan Toko-Toko yang berada di sepanjang daerah tersebut, alih-alih juga tidak dapat dipungkiri bahwa berita lama akan tetap semerbak harumnya seperti berita mengenai nikah Mut’ah menjadi kebiasaan baru bahkan menjadi mata pencaharian mojang sunda, menurut beberapa orang memaparkan bahwa memang berita itu bukan hanya omong kosong semata, melainkan kenyataan yang ada, namun beberapa tahun ini, kasus tersebut mereka anggap sudah tidak ada, atau mungkin kebiasaan tersebut masih ada namun tersembunyi.
       Perkawinan salah satu faktor yang menjadikan banyaknya keturunan Arab di daerah sejuk ini, yang akhirnya mereka saling bekerja sama satu sama lain, bahkan warga pribumi sendiri merasa terkasihi, karena mereka bisa dengan mudahnya mendapatkan keuntungan berkat para pendatang dari negara Timur Tengah tersebut, yang pada akhirnya sebagian dari mereka mendirikan beberapa Toko, Restoran,Villa yang mana mereka juga bekerja sama dengan warga pribumi, sehingga dalam hal perekonomian, hal ini merupakan menjadi sebuah kebangkitan dan asupan untuk mata pencaharian mereka.
       Wajah pemandangan daerah Puncak, Cisarua dan Cianjur bukan hanya dihiasi oleh bentang perkebunan teh, namun juga dihiasi oleh papan-papan Toko maupun Restoran yang menggunakan Bahasa Arab, ya walaupun sebagaian orang ini disebut dengan Arabisasi.Tapi tidak jika kita memberikan pendapat dari sudut pendidikan misalnya, karena sebagaimana kita tahu papan-papan yang berjejer di tepian jalan menggunakan bahasa arab itu menandakan sebagai usaha dalam mensyiarkan bahasa arab melalui hal yang sederhana, sadar tidak sadar kita dengan sangat otomatis akan membaca tulisan pada setiap papan tersebut, nah penyerapan kosa kata bahasa Arab yang sangat unik bukan?
       Tidak berhenti hanya pada itu saja, menurut  Fajar salah satu Mahasiswa Lipia yang berasal dari kampung Nagrak Cianjur mengatakan bahwa sebagian penduduk mereka bisa berbicara menggunakan bahasa Arab dengan baik, bahkan hal ini juga telah merambah sampai kepada ranah para pedagang.Bukankah Fenomena ini juga seperti yang terjadi di Pare? Ditambah lagi, dengan banyaknya orang yang sudah mengetahui bahwa terdapat Kampung Arab di daerah Cisarua.
       Maka wajar sebagian orang saat ini melabeli daerah sejuk ini dengan sebutan Kampung Arab, yang tidak hanya menguntungkan dari sisi perekonomian saja namun juga sebagian dari mereka memberikan peran sebagai donator untuk hal-hal yang bersifat pembangunan. Mungkin akan banyak timbul pertanyaan bagaimana dengan adat istadat masyarakat setempat, akankah terkikis karena pengaruh budaya Arab atau tidak.Hal tersebut dapat kita saksikan ketika mengunjungi daerah ini, mereka tetap mempertahankan nilai-nilai kebudayaan serta saling hidup berdampingan dengan budaya yang baru.
       Perkembangan yang lain juga menilai bahwa daerah sejuk ini, menjadi tempat favorit bagi siapa saja yang berkeinginan untuk menghafal Al-Qur’an, hal ini ditandai dengan munculnya beberapa tempat Dauroh Tahfidz Al Qur’an pada daerah tersebut seperti Pondok Pesantren Wadi Mubarak.Semoga akan ada kota lain yang tidak hanya berkembang pesat dalam hal pariwisatanya, namun juga dapat memberikan kebermanfaatan lain baik bagi pribumi maupun Negara.
       Jangan mudah berkobar amarah dengan istilah Arabisasi, bagaimanapun sebaiknya kita tidak memandang suatu hal atau kejadian hanya dengan lensa biasa atau bisa disebut dengan lensa komentar pedas atau lensa umpatan hampa, semoga kita bisa menyaksikan serta menikmati keindahan alam di tanah Sunda, yang menyimpan kecantikan alam yang indah dan mempesona serta perkembangan bahasa arab yang kian membumi di tanahnya.



Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar