Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

APA MAKNA GEBRAKAN (Di kagetkan) KETIKA BAYI LAHIR…?


Oleh : Daiyatul Choirot

Mungkin sudah asing di telinga kita kata-kata tersebut  apalagi maksud dan makna dari kata-kata tersebut, mungkin sebagian orang-orang zaman sekarang mengira itu membahayakan terhadap kesehatan sang bayi apalagi ketika bayi baru saja lahir apalagi ekspresi orang tua bayi yang bahagia nya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata setelah itu ada perintah disuruh ngagetin si bayi, “heh ngapain bayiku dikagetin, dia baru saja lahir kamu mau bikin anak saya jantungan dari kecil ..?” mungkin itu pertanyaan yang ada di benak mereka para orang tua saat ada kata-kata perintah seperti itu. Namun di sisi lain hal tersebut malah ada makna tersembunyi di balik itu, makna mutiara yang jarang orang-orang ketahui.

Padahal itu merupakan amalan saat dahulu kala, amalan saat zaman walisongo. Dulu saat zaman nenek moyang kita terutama orang jawa, itu merupakan adat istiadat kita, namun mengapa saat ini amalan tersebut justru luntur dengan sendirinya bak baju baru dari toko yang luntur sendiri ketika di cuci menggunakan detergent. Dulu saat zaman walisongo atau saat zaman nenek moyang kita ketika ada bayi baru lahir para bapak dari sang bayi melakukan amalan yang pertama yakni meng adzani para bayi pas di telinga kanan dan meng iqomahi pas ditelinga kiri sang bayi yang pada hakikatnya sebenarnya pas pertama kali bayi lahir itu setan menusuk bayi dan jeritan bayi itu adalah pertanda kalau bayi kesakitan akan hal itu dari Abu Hurairoh RA meriwayatkan, rosulullah SAW bersabda, “ tidak ada seorang bayi pun dari anak adam yang terlahir kecuali pasti ia mendapat tusukan dari setan sehingga bayi itu menangis dan menjerit kecuali maryam dan putranya (nabi isa) (HR Bukhori dan Muslim) karena saat itu juga para setan menusukkan jari nya ke mata anak adam sampai dia menjerit. Tujuannya karena setan ingin mencari pengikut dan ingin anak adam tidak bisa melihat anatar hal yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu bayi harus segera di adzan dan di iqomahi.

Setelah itu amalan kedua yang perlu di lakukan yaitu menggebrakkan bayi atau mengagetkan bayi, jadi bayi ditaruh diatas kasur atau Bayang dalam istilah jawa. Setelah itu bayi di gebrak sampai bayi kaget gunanya apa ..? agar bayi tidak kaget besok pas dia sudah dewasa, artian tidak kaget disini yaitu ketika pas bayi sudah beranjak dewasa bukan artian dari kecil sampai besar dia tidak akan mengalami kaget akan tetapi makna kaget disini yaitu besok pas bayi sudah beranjak dewasa dan sudah mulai menghadapi fase-fase dimana batu masalah mulai berjejeran dia mampu tegak berdiri tanpa ada kata-kata mengeluh dan siap menjalani keadaan dunia yang semakin tua semakin ekstrim dengan tanpa ada kata-kata kaget, dengan satu atau bahkan sampai tiga kali berarti artian sebenarnya yakni “nak jangan kaget besok pas sudah dewasa dengan keadan dunia, kamu calon orang besar dan manfaat”.

Meskipun begitu ternyata hal tersebut juga di benarkan oleh para Dokter, bahwasanya dokter pun melakukan gebrakan kepada sang bayi yang baru lahir agar si Dokter tahu keadaan fisik sang bayi. Jika bayi tersebut merasa kaget dan nangis berarti panca indra yang telinga sang bayi berfungsi dengan normal, dan dalam artian panca indra yang lain juga normal seperti dia nangis berarti dia tidak tuna wicara (bisu) atau bisa dibilang bayi tersebut normal. Itulah makna-makna tersembunyi dalam artian gebrakan (mengaggetkan) bayi saat baru lahir.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar