Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

ANJURAN SHOLAWAT



Oleh: Kholidatun Nur Wahidiyah

Kepada Siapa Kita Bershalawat?

       Sebagai mukmin tentu kita sudah mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Sebab, setiap muslim pasti bershalawat setiap hari, paling tidak setiap kali bertsyahud atau bertahiyyat dalam sholat. Beda lagi dengan mereka yang beragama islam tetapi tidak menjalankan perintah Allah yang biasa kita sebut “Islam KTP”.
       Hal ini sudah menjadi kesepakatan ulama muslim, bahwasannya siapa yang sholat tanpa bersholawat, maka sholatnya itu di hukumi tidak sah. Dan yang ditujukkan dalam pelafalan sholawat itu adalah Bagianda kita Muhammad SAW beserta keuarganya. Lalu mengapa kita diharuskan bershalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya? Salah satu dari sekian alasan mengenai diharuskannya sholawat yaitu meniru Tuhan kita Allah SWT dan para MalaikatNya. Termaktub dalam Al quran:
إن الله وملائكته يصلون على النبي يأيها الذين ءامنوا صلّواعليه وسلمواتسليما
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikt Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.”
       Bersholawat juga merupakan bukti ketaatan dan upaya meraih ridho-Nya. serta sebagai pembaharuan janji untuk ketaatan yang diminta dari setiap manusia ketika Dia (ALLAH)  menciptakan manusia. Dan bershalawat ini termasuk pada sunnah ilahiah yang harus kita tiru atau diamalkan dalam keseharian.
       Dengan demikian, bahwasannya yang lebih membutuhkan kepada sholawat bukalah diri Rosulullah itu sendiri, melainkan umatnya. Sebab ketika umat itu bersholawat walaupun satu kali sholawat, maka ia akan mendapatkan anugerah dari sholawatnya itu. Bahkan dengan keistiqomhan kita dalam bersholawat dapat mengantarkan kita pada ketenangan jiwa dan mendapat syafa’at Baginda Nabi Muhammad SAW di akhirat nanti.
       Semoga kita diistiqomahkan dalam bersholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Karena jika Allah dan para malaikat-Nya saja bersholawat. Lantas mengapa kita tidak?

Wallahu ‘alam

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar