Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

AKHIRNYA KEMBALI TERTIDUR

Oleh : Ilman Mahbubillah

Mereka adalah;
Mulut-mulut dibungkam dan kepala diredam
Tangan diikat dan kaki disekat

Mereka adalah;
Milik pihak atas yang punya dua senjata
Ya, kuasa dan harta

Mereka adalah; 
Dongeng dongeng milik kami
Kaum bawah, kaum jelata
Merdeka kini telah mengenal kasta, warna kulit
Juga jumlah tanah yang dipunya

Sialnya, merdeka tak mengenali air mata ibu yang anaknya kelaparan
Ayah yang membungkuk sebab banting tulang 

  • Dari kalangan rendah
Nista dan tak terjamah

Merdeka, adalah deskriminasi?
Dimana yang berharta sebagai pemenang kunci
Maaf, refolusi adalah ilusi kini
Kita hanya boleh belajar, membaca lalu patuh

Semisal itu namanya
Istilah milik Antonio Gramski,
Hegemoni disebutkannya

Ah, pasti aku dituduh marxis, komunis, dan apalah
Padahal, aku betuhan yang Maha Esa
Nah, Allah Subhanahu wa Ta'ala

Sialan, kepalaku pusing
Gara-gara hanya bisa diam
Dan pastinya menulis
Tanpa tindakan dan tanpa apapun

Aku pulang, baca buku lagi
Main gadget lagi
Dan pastinya tidur kembali

Semoga teman-teman yang turun ke jalan dilindungi
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar