Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

JANGAN CUMA LIAT COVER BUKA AJA DULU

Oleh : Naufal Hanfiah

Sebagai hamba yang bertaqwa dan berkualitas,kita musti bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah secara cuma cuma kepada kita. Salah satu nikmat luar biasa ialah panca indera ,Allah berfirman,”{Dialah Allah}yang menjadikan segala ciptaan Nya indah,dan Dia memulai penciptaan manusia dari tanah,kemudian menjadikan keturunanya dari air yang hina{air mani},kemudia Dia sempurnakan kejadian{fisiknya}dan Dia ruhNya,dan Dia jadikan bagi kamu pendengaran,penglihatan,hati{akal fikiran},namun sedikit sekali kamu yang bersyukur.”{QS.32(As Sajdah}:7-9}. Melihat penggalan ayat terakhir,maka mari kita perbanyak syukur kepada Allah atas nikmat panca indera tersebut.
Dan salah satu bagian panca indera adalah mata atau penglihatan yang mana dengan mata kita bisa melihat segala hal yang “nampak” di alam semesta. Dan dengan mata pula, kita sering menggunakannya sebagai parameter penilaian,yang dalam penilaian dengan mata tersebut kita seringkali terjebak pada “pandangan pertama” dengan “nampak”nya saja,dan parahnya seringkali kita berkonklusi dini bahwa penilaian tersebut merupakan kebenaran,padahal itu baru “nampak”luar,padahal kita belum buka “bungkus”nya. Saya menyadur perkataan Burhanudin Muhtadi(dosen prodi ilmu politik FISIP UIN Jakarta dan pascasarjana Universitas Paradimana Jakarta)bahwa kita biasanya menginginkan kebenaran berdasarkan kebenaran kita sendiri,bukan berdasarkan fakta,ya kurang lebih seperti itu.
Terlebih dalam menilai seseorang,kita selalu terjebak dalam poin penampilan,contoh ketika ada orang bertampang garang,tattoo an,kalungan,gondrong,baju tengkorak,celana sobek2 pasti kita langsung “wah gila preman nih,jahat ama kejem pasti, suka malakin ama mukulin orang nih”,padahal itu pandangan pertama dan baru “nampaknya”,baru “bungkusnya” saja. Ya bolehlah anda menilai seseorang dari penampilan karena itu hak prerogatif anda,karena memang penampilan adalah kesan pertama, tapi ingat bahwa nampak luar bukan fakta seutuhnya, don’t judge a book by it’s cover!.
Sebagaima Uwais al Qorny yang tidak dikenal di bumi tapi masyhur di langit,padahal penanpilan beliau seperti apa? “bungkus” beliau seperti apa?. Tapi dibalik penampilan tidak meyakinkan,ternyata beliau punya kemuliaan yang luar biasa yang bahkan Rosulullah sampai meminta Sayyidina Umar untuk menyampaikan salamnya pada beliau. Oleh karena itu kita jangan terbiasa menilai berdasar “bungkus” atau “nampak”nya saja,bila kita terbiasa seperti itu maka kita akan sering bersu’uzon dan bahkan bisa berbahaya juga bagi keimanan kita,sebagaimana kata bijak jawa yang berbunyi”yen among rupo sing gawe koe tresno,banjur kepiye anggonmu tresno marang Gusti sing tanpo rupo?”.

Muhammad Naufal Hanafiah.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar