Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HIDUP DENGAN SADAR


Oleh Dyah Ayu Fitriana @fitriyesss

Ada sebuah pesan yang sudah lama saya temukan di dalam buku, tapi jujur untuk mengamalkannya susah luar biasa. Pesan itu adalah jika ingin hidup tenang maka berhentilah hidup di waktu lampau ataupun yang belum datang.

Hidup di waktu lampau berarti tidak henti-hentinya melihat ke belakang. Merasa dihantui oleh kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu. Terus-terusan menyesal dan mencerca diri sendiri. Lucunya, lucunya terkadang yang memaksa untuk merasakan kesakitan itu, tak lain tak bukan ya diri kita sendiri. Orang lain mungkin sudah lupa, atau sudah tak peduli dengan kesalahan tersebut. Tapi ternyata kita malah menikmati 'pain' yang kita ciptakan tersebut.

Lain lagi dengan hidup di masa depan. Menikmati ketidakpastian. Ada yang setiap hari ditumpuki oleh ide-ide brilian yang tidak kunjung dieksekusi. Hasilnya? Nothing, tidak mengubah apa-apa kecuali semakin hari semakin dipenuhi dengan kekecewaan karena merasa terlalu banyak yang tidak tercapai. Kecewa dengan apa yang diciptakannya sendiri.

Satu lagi, adalah yang tersiksa dengan ketidakpastian. Terlampau khawatir pada apa yang akan terjadi besok, minggu depan, tahun depan, atau bahkan ketika tua. Padahal terkadang apa yang terjadi ya tidak semenakutkan apa yang dikonstruk oleh otak kita yang barangkali terlalu banyak terpapar drama-drama.

Paling menenangkan tentu saja hidup di masa ini, di saat ini. Istilahnya benar-benar sadar apa yang saat ini ada pada genggamanku dan menerima apa yang tidak.  Tentu saya faham, kadang itu nggak asik karena mungkin hidup kita yang senyata-nyatanya, yang saat ini, adalah hidup yang benar-benar biasa saja, nggak keren, atau bahkan dipenuhi dengan orang-orang menyebalkan. Hal yang menyebabkan kita ingin segera hengkang dari keadaan ini dan mencari kenyamanan pada imajinasi masa lampau maupun masa depan.

Tapi, trust me. Karena tentu ini juga nasihat untuk diri saya sendiri. Jalan agar kita menemukan ketenangan adalah menyadari apa yang kita miliki dan tidak dengan sesadar-sadarnya, seikhlas-ikhlasnya, dan mulai hidup dengan sebaik-baiknya.

Malang, 17 September 2019

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

3 komentar: