Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Dampak Android Bagi Masyarakat



By : Siti Khoirun Niswah
Zaman yang serba modern seperti sekarang ini, tidak mungkin seseorang tidak memiliki handphone, setiap orang memiliki hanphone dan bahkan sudah tidak ditemukan handphone selain android. Sekarang apapun serba menggunakan handphone baik dalam dunia pekerjaan, pendidikan, dan berbagai kegunaan lainnya. Walau demikian, kita sebagai masyarakat dewasa harus bisa memilih dan memilah mana yang baik bagi kehidupan. Kita bebas bermain dalam dunia maya namun kita harus mengetahui dampak positif  dan negatif yang akan ditimbulkan dari adanya teknologi yang serba modern ini. Contohnya penggunaan instagram bagi masyarakat.
Mari sedikit kita amati, simple saja banyak remaja sekarang ini menggunakan aplikasi instagram. Bukan kaum remaja saja, bahkan anak seumuran Sekolah Dasar sudah banyak yang menggunakan instagram. Rata-rata dari mereka mengikuti tingkah laku yang ada di lingkungan sekitarnya, misalnya orangtuanya atau kakaknya yang sudah mengerti dunia maya, akhirnya teman yang lainnya diberi tahu lalu diajak bermain handphone yang didalamnya terdapat aplikasi, seperti instagram sekarang ini. Awalnya dalam lingkungan keluarga sudah berhati-hati dalam penggunakannya, ketika bermin dengan teman sebayanya, pasti dapat terpengaruh. Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, peran orangtua dan guru sangat dibutuhkan, agar dapat mengurangi dampak negatif pada anak-anak dalam menggunakan aplikasi  jimat gemgam bagi mereka.
Dilingkungan tempat kita tinggal, mari kita mengamati beberapa remaja pengguna instagram. Mereka sangat asyik memainkan instagram, berkomentar dengan temannya, ngelike foto artis yang mereka fens, obrolan tentang fashion, bahkan ada juga yang melihat vidio-vidio yang seharusnya tidak mereka lihat. Dalam segi positif instagram bisa jadi alat yang mudah untuk berbisnis, misalnya penjualan produk yang sedang mereka rintis, atau sebagai alat untuk mengetahui berita kondisi masyarakat, berita yang sedang booming misalnya berita mahasiswa yang demo di depan gedung DPR tidak menunggu besok atau lusa saat itu juga sudah tersebar luas melalui istagram. Selain itu juga  sebagai bentuk dakwah berupa tulisan-tulisan quotes yang membangun dan lain sebagainya. Namun dalam segi negatif pun juga tidak kalah banyaknya, misalnya upload an vidio-vidio mesum, berita hoax yang telah merajalela dan berbagai macam bentuk lainnya. Bukan hanya instagram sbenarnya, youtube pun menjadi media sosial yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat terutama anak-anak.
Dari sini, bagaimana peran keluarga dan guru sebagai peran pendidik anak-anak dalam lingkungan keluarga dan sekolah, agar tidak terpengaruh oleh dampak negatif sebuah hanphone? salah satu usaha dari tenaga pendidik ialah membuat jadwal pelajaran sampai sore pukul 15.00 wib. Hal ini mungkin dapat menjadi salah satu usaha agar anak-anak dapat meminimalisir penggunaan handphone dan membuka aplikasi yang tidak dibutuhkan untuk belajar. Namun dari lingkungan keluarga juga mendukung hal tersebut. Terkadang beberapa masyarakat berargumen bahwa pulang sore bagi anak-anak membuat mereka lelah atau capek belajar terus menerus belum lagi mengerjakan PR di rumah. Kalau selaku orangtua masih memiliki anggapan seperti itu, jangan heran bila anak-anak banyak dewasa sebelum waktunya. Karena ketika guru dengan orangtua tidak belance ya seperti mungkin kebanyakan akan tidak patuh dengan orangtua, tetapi patuh dengan youtube.
Peran keluarga salah satunya, dapat memasukkan anak-anaknya dalam lembaga-lembaga ajaran keislaman, seperti Pondok Pesantren,Diniyah atau TPQ yang dirasakan lembih banyak kemaslahatan daripada dirumah bermain handphone. Namun dari pihak keluarga ini, juga bukan hanya mendorong, atau menyuruhnya untuk berangkat ke lembaga-lembaga tersebut. Tetapi juga memotivasi bagaiamana seorang anak dapat senang dan dengan sendirinya berangkat mengikuti pembelajaran. Di lembaga-lembaga keislaman yang dijadikan tempat pembelajaran tidak mungkin membebankan pikiran anak-anak. Dengan keseimbangan tersebut, mungkin dapat meminimalisir anak-anak dalam menggunakan handphone dan aplikasi didalamnya.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar