Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

ASROR SHODAQOH

Oleh Ilman Mahbubillah

Shodaqoh menurut para fuqoha’ (ahli dalam bidang fiqh) adalah suatu pemberian
yang diberikan secara spontan dan sukarela pemberian ini tanpa dibatasi oleh waktu dan
jumlah serta dengan niat hanya mengharap ridho daripada Allah. Namun para fuqoha’
mengelompokkan shodaqoh secara spontan dan sukarela ini adalah bentuk shodaqoh
tatawwu’.

Maka bagi kita sering menyepelekan tentang shodaqoh itu sendiri memandang
bahwasannya shodaqoh amalan yang tidak begitu berpengaruh besar bagi kehidupan
seorang hamba, anggapan seperti ini muncul karena hukum dasar dari shodaqoh sendiri
para jumhur ulama sepakat adalah sunnah tetapi hukum ini bisa berubah dalam keadaan-
keadaan tertentu yang akhirnya membuat perspektif banyak orang sedikit memandang
shodaqoh dengan sebelah mata.

Menanggapi hal ini ada cerita seperti dicantumkan dari salah satu riwayat
bhawasannya Imam Al Ghozali setiap akan menulis sebuah kitab dan ketika zaman itu
masih memakai tinta celup, Beliau menemui seekor lalat yang hinggap pada wadah tinta
pena nya lalu Imam Al Ghozali tidak memulai tulisannya dengan menunggu lalat itu dan
menganggap sampai lalat itu kenyang dan selesai lalu terbang kembali.

Dari peristiwa itu akhirnya Imam Al Ghazali melahirkan banyak karya yang
kemudian kita dapat menikmati karya-karya beliau dan sampai sekarang masih menjadi
rujukan penting bagi umat muslim dalam menimba ilmu. Dari riwayat tersebut juga kita
dapat belajar bahwasannya tidak ada satupun amal sholeh yang sia-sia, dengan sekecil
apapun amal sholeh maka Allah akan menggantinya bahkan dengan ganti yang sangat
luar biasa apabila kita ikhlas dalam menjalankannya.

Begitu juga dengan shodaqoh meski terlihat seperti amal yang sepele yang
didalamnya juga tidak dibatasi dengan jumlah dan waktu. Secara tidak sadar kisah Al
Ghozali tersebut mengandung beberapa arti yang salah satunya adalah menshodaqohkan
waktu serta harta untuk kita luangkan dan berikan pada yang membutuhkannya yang
didalam kisah tersebut seekor lalat menjadi objeknya.

Adapun asror yang didapatkan dalam kisah Shodaqoh ini juga terkandung sebuah
hadist Nabi SAW yang artinya “Sayangilah yang ada dibumi, maka Engkau akan
disayangi oleh yang ada di langit” maksud dari yang ada di langit ini adalah para
malaikat Allah. Yang didalam langit diberitakan tidak ada satu hasta pun daripada langit
kecuali dihuni oleh satu malaikat didalamnya. Dan seseorang melakukan demikian, maka
semua malaikat yang ada dilangit akan menyayangi dengan bentuk memintakan dia
ampunan kepada Allah.

Dari realita pandangan banyak orang tentang Shodaqoh, kita dapat mencari cara
untuk merubah mainset kita dengan cara meyakinkan diri bahwasannya semua yang kita
dapatkan dalam kehidupan ini adalah kehendak Allah. Kemudian katika kita hendak
shodaqoh tapi masih takut perihal keikhlasan, maka yakinlah tidak mungkin kita
melakukan sebuah amal sholeh kecuali memang Allah sudah menganugerahi taufiq
sehingga kita melakukannya yang lalu pada akhirnya ikhlas dengan sendirinya akan hadir
perlahan dalam hati kita.

Karena hakikat daripada sesuatu atau harta yang kita shodaqohkan itu tidaklah
berkurang melainkan akan bertambah dalam riwayat Nabi SAW mengulangi sampai 3
kali pada kata bertambah. Maka secara logika kita akan heran, bagaimana bisa sesuatu
yang kita keluarkan itu akan bertambah. Sedangkan dalam matematika manusia sudah
jelas dari segi apapun bagi sesuatu yang dikeluarkan maka akan berkurang itu kadarnya
bukan seperti semulanya.

Tapi lain hal dengan matematika Allah dalam mengatur urusan ini maka satu
asror kembali terungkap. Mungkin ketika kita mempunyai harta sebanyak 100 ribu lalu
dari itu kita shodaqohkan, sekilas memang berkurang dalam satu sisi, tetapi Allah
menambahkannya dalam banyak sekali sisi yang lain. Mungkin taqdir menuliskan
terdapat sebuah penyakit yang hendak menimpa kita dan diperkirakan biaya pengobatan
sampai berjuta-juta, akan tetapi Allah menariknya dengan sebab shodaqoh yang kita beri.

Dari hal ini kita bisa belajar bahwasannya memang kita tidak bisa mendapatkan
tambahan dari apa yang kita shodaqohkan dengan tambahan spontan dengan jumlah
berjuta-juta, tapi hikmah itu mengajarkan meskipun tidak bisa mendapatkan berjuta-juta
akan tetapi setidaknya kita tidak kehilangan berjuta-juta dari biaya pengobatan itu dengan
sebab shodaqoh yang telah kita berikan

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar