Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SIAPAKAH MEREKA? MAHASISWA SEBAGAI AGENT OF CHANGE “KATANYA”


Zayyin

Mahasiswa yang katanya agent of change didunia ini dengan alasan karena mahasiswa adalah barisan pemuda yang dinanti pemikirannya oleh bangsa untuk kemajuan dan perubahan besar bagi bangsa kedepannya . Perlu digaris bawahi oleh pemuda bahwasannya tidak hanya pemuda berilmu yang bangsa ini butuhkan, tetapi bangsa ini butuh pemuda unggul dan harapan yang juga mempunyai iman, ikhsan, serta akhlaqul karimah . Ilmu tinggi tapi tak punya iman bagaikan lentera di tangan pencuri, sedangkan iman tanpa ilmu bagikan lentera di tangan bayi .
Hubunngan ilmu dengan 3 sifat diatas sangatlah penting, karena jika seseorang mempunyai ilmu saja tetapi tidak punya iman maka hatinya tidak akan slalu tetap pada suatu titik tumpu apalagi dengan penciptanya .Karena pada hakikatnya kesuksesan seseorang itu tergantung seberapa besar usahanya dan seberapa dekat dia dengan penciptanya . Pemuda yang menjadi calon pemimpin bagi bangsanya juga harus mempunya akhlaq yang baik, seperti hal nya Rosulullah ketika beliau diutus menjadi pemimpin Allah mengutusnya karena untuk menyempurnakan akhlaq manusia .
Jika pemuda sekarang tidak punya akhlaq yang baik, maka siapa yang akan dijadikan tauladan kepemimpinan bagi pemuda pemuda yang akan datang .Seperti yang sudah kita lihat berita berita diluar sana banyak anak yang membunuh orang tua, bahkan membangkang dengan perintah nya karena mereka lebih memikirkan ego mereka masing masing, kemana akhlaq pemuda di zaman milenial ini ??? . Ketika anak anak orang tak mampu banyak yang ingin sekolah, tetapi diluar sana anak anak yang ditakdirkan untuk bisa bersekolah mereka tak mengindahkan keberuntungannya, bahkan memberontak dengan aturan sampai sampai guru pun menjadi musuh bahkan tanganpun tak mampu untuk ditahan melukainya. 
Kembali kepembahasan semula tentang mahasiswa, di semua kampus mahasiswa itu banyak mempunyai sebutan, ada mahasiswa kupu kupu yang kerjaannya hanya kuliah pulang, ada mahasiswa kunang kunang yang kerjaannya kuliah dang nongkrong saja, ada mahasiswa aktivis yang mana mereka banyak mengikuti organisasi intra maupun extra bahkan sering mengikuti agenda agenda yang diadakan oleh kampus atau lainnya, ada mahasiswa akademik yang kerjaannya hanya berteman dengan belajar dan perpus yang hanya memikirkan nilainya, namun adapula mahasiswa yang mempunyai sebutan double yaitu mahasiswa aktivis dan akademik merekalah mahasiswa yang kerjaannya tidak hanya bergelut dengan nilai tetapi juga berbaur dengan masyarakat sekitar dan mengembangkan skill apa yang mereka punya serta tidak pernah diam ketika ada kegiatan apapun .
Banyak yang bilang ketika mahasiswa itu aktivis pasti akademiknya akan merosot bahkan dihiraukan, pemikiran itu salah karena pada hakekatnya kegagalan seseorang ketika menjadi aktivis kemudian akademiknya nol itu tergantung bagaimana dia menyeimbangkan waktunya untuk membagi kegiatannya . Jika mahasiswa aktivis namun ingin juga akademis mereka juga harus pintar pintar membagi waktunya dan mendahulukan yang penting kemudian melanjutkan yang menurutnya bisa disusul .
 Aktivis sangat dibutuhkan oleh seorang mahasiswa karena mahasiswa yang title nya sudah menjadi remaja bahkan dewasa, merekalah yang dibutuhkan masyarakat untuk mengayomi dan mengembangkan skillnya supaya bermanfaat bagi sesama . Mahasiswa itu harus bisa berbaur dengan masyarakat, jika dia hanya bergelut dengan nilainya tapi tak bisa mendekat dan mengayomi masyarakat trus bagaimana jika suatu saat nanti dia ditakdirkan hidupnya harus bermasyrakat .
Banyak orang pintar namun tak pandai berbicara, benar ilmunya tinggi namun ketika dia diminta untuk membagi ilmunya dia tak bisa berkata apa apa untuk mulai menjelaskan, karena dari awal dia tak punya bekal untuk hal tersebut . Namun banyak juga yang bilang nilai itu tidak menentukan masa depan seseorang, jika demikian kenapa harus bersusah payah untuk belajar . Semua itu salah karena nilai yang kita dapat dari hasil usaha kita sendiri itu bisa menjadikan kita seseorang yang sukses karena tidak semua pekerjaan dilihat sari skill saja tetapu juga dari nilai yang dia raih .
  Karena jika hanya skill yang dia andalkan tetapi ilmu dalam skill serta pemikiran tersebut kurang maka bisa jadi apa yang akan dia ajarkan itu tak sesuai dengan yang seharusnya . Maka dari itu kita sebagia mahasiswa harus bisa mengatur waktu kita dengan sebaik mungkin, karena ada waktunya untuk memikirkan diri sendiri dan ada waktunya pula untuk memikirkan orang lain . Dari belajar dan nilai yang bagus kita bisa mendapatkan suatu kebanggan tersendiri dan dari kegiatan yang kita lakukan diluar kampus bisa mendapatkan hal hal luar biasa yang tidak semua orang bisa memilikinya, karen dari kegiatan itu kita bisa tau arti bermasyarakat, kita bisa mendapatkan banyak relasi serta tanpa kita sadar kita telah bermanfaat bagi orang lain .
Organisasi mengajarkan pada kita bahwa hidup tak semudah yang kita ekspetasikan, dari situ pula kita mengerti bahwa setiap insan mempunyai sifat dan kepribadian yang berbeda beda, sehingga jika suatu saat nanti kita dihadapkan oleh lingkungan masyarakat kita tidak akan kaget dengan perbedaan yang ada disekitar kita . Seperti halnya perbedaan pendapat, perbedaan pemikiran, perbedaan latar belakang bahkan perbedaan sifat sekalipun .
Pada dasarnya manusia diciptakan didunia ini itu supaya bermanfaat bagi sesama, menjadi penolong satu sama lain, menjadi saudara yang tak pandang bulu bahkan menjadi tumpuan hati bagi sesamanya . Manusia juga diciptakan untuk menjadi kholifah dibumi ini, menjaga satu sama lain bahkan menjaga sesuatu yang sangat jauh berbeda namun masih dalam satu sebutan yang sama yaitu makhluq hidup .    Dari sini bisa kita fahami bahwa keberadaan mahasiswa tidak hanya bermanfaat bagi kampusnya namun juga bermanfaat bagi orang lain sebagai sosialisme . Mahasiswa akademis tak perlu takut dengan kata aktivis, mahasiswa aktifis harus mampu menjadikan dirinya menjadi akademis .
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar