Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SEDERHANA ITU PRICELESS


Oleh: Arfiatul Aliyah

Obrolan di pagi hari sepulang dari masjid saat sampai di dalam bilik kamar.
“Jalan-jalan yuk ! nyari inspirasi. ” ucap salah satu gadis yang masih memakai mukena yang baru, serentak yang mendengar ajakannya pun langsung mengiyakan.
“ ayuuk  dengan semangat yang menggebu para gadis yang masih bergelung menikmati hangatnya selimut pun langsung berteriak histeris mengiyakan.
Tak lama berselang gadis-gadis tadi langsung bersepakat untuk menuju tempat yang telah disepakati bersama.
Yang biasanya di pagi hari masih bergelung menikmati kungkungan selimut, untuk pagi ini tidak ada, entah besok atau lusa. Udara dingin yang membekukan jiwa memang membuat malas untuk melakukan berbagai aktifitas, padahal matahari sudah muncul memancarkan sinarnya.
Mengendarai kendaraan bermotor seraya menikmati berbagai pemandangan yang sudah dilalui, lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat saling himpit dijalanan yang tidak terlalu lebar, tak hanya lalu lalang kendaraan tapi juga pejalan kaki dan orang yang mencari nafkah dipinggir jalan seperti penjual sayur dan pengatur lalu lintas dan lainnya.
Memasuki perumahan elit, tak ada lagi lalu lalang kendaraan. Sepi? Tidak juga. Memang ada lalu lalang kendaraan namun tak sesemrawut dijalanan umum. Yang terlihat hanya bangunan-bangunan yang tinggi menjulang nan mewah serta pepohonan yang menghiasi jalan diperumahan elit itu.
Pikiran yang awalnya terasa sumpek pun hilang seketika, karena menikmati pemandangan yang benar-benar memanjakan mata. Pohon-pohon yang memang ditata rapi untuk fasilitas penunjang jalanan perumahan.
Tak sengaja mata ini sekelebat melihat sebuah tempat yang bisa merubah mood, atau taman bermain lebih tepatnya. Jiwa kekanakan yang ada pada diri ini pun keluar seketika, seolah kita menemukan sesuatu yang berharga, padahal hanya taman bermain yang berisi permainan untuk anak-anak.
Permainan yang pantas untuk seusia anak TK hampir semua ada disana, dari mulai ayunan, jungkat jungkit, jaring laba-laba, perosotan dan lainny ada disana, semua itu tak luput dari pandangan kami semua.
Dengan tak sabaran pun kami semua langsung berlari menuju taman itu dan mencoba semua fasilitas permainan yang ada, tawa pun menyebar seolah semua kegelisahan maupun kegundahan tak ada lagi. Hati pun terasa ringan semua beban sudah menguap entah kemana. Memang itulah tujuan kami semua, gadis yang ingin keluar dari kungkungan selimut untuk menikmati udara luar yang begitu menyejukkan.
Itulah sebuah kegiatan sederhana yang bisa mengembalikan tawa yang sempat hilang, disana kami bisa tertawa lepas. mengulur waktu yang dulu pernah terlalui, bukan berarti kami tak bahagia masa itu, namun kami hanya mengulang kenangan di waktu yang berbeda.
Memang sesederhana itu untuk mengembalikan tawa yang sempat redup, semua hal sederhana bisa membuat hati tertawa bahagia kalau kita benar-benar ikhlas melakukannya. Kebahagiaan tidak diukur dari segi materi. Seperti hal kecil yang dilakukan enam gadis tadi, ke taman bermain dan bermain layaknya anak TK sudah membuat mereka merasakan kebahagiaan yang tidak ditemukan saat main di pusat perbelanjaan, layaknya kegiatan yang biasa dilakukan gadis remaja pada umumnya.
Itulah arti kesederhanaan sebenarnya.

Malang, 7 agustus 2019
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar