Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SALAH SIAPA?!?!?

Oleh : Baedt Giri Mukhoddam Billah 

Tugas setiap orang pada awal pertama kali dilahirkan adalah belajar dan mengejar suatu tujuan. berbagai pelajaran kita pelajari dangan dasaran suatu tujuan yang akan dicapai. Dimulai dari umur 6 bulan, kita disuruh belajar merangkak, dengan tujuan bisa meraih sesuatu dengan mudah. Dalm umur 9 bulan kita belajar berjalan, dengan tujuan bisa bergerak dengan leluasa. Dalam umur 2 tahun belajar untuk tidak menyusu kepada Ibu kita, dengan tujuan meringankan sedikit beban ibu yang telah kita sita waktumya beristirahat hanya untuk menyusui kita pada masa itu. Dan seterusnya seperti itu kejadiannya.

Sedikit membuka hati dan pikiran kita, apa tujuan kita melakukan semua ini dengan usaha-usaha sejauh ini. Dengan belajar dan berjuang sampai pada ranah yang membuat kita bebas bersuara dan berbicara seperti ini. Bagi mahasiswa khususnya, kita telah mencapai usaha sampai sejauh ini. Hanya satu pertanyaan dari ku : apa tujuan telah tercapai ? dan apa langkah selanjutnya . bukankah kebanyakan dari kalian bertujuan untuk menyenangkan orang tua kalian, bukankah kalian bertujuan untuk meraih  prestasi yang lebih baik. Yang nyatanya kalian tujukan hanya untuk bertemu teman baru dan bercengkrama sepanjang waktu. Yang ironisnya seperti yang tertera pada berita. Bahwasannya : Penganguran di Kota Malang di Dominasi oleh Mahasiswa yang Enggan Pulang Kampung.

Bila sudah begini, siapa yang patut disalahkan. Apakah guru kita yang menuntut kita untuk hidup rukun dalam berteman, apa dosen kita yang menuntut kita untuk berorganisasi. Atau orang tua kita yang telah membiayai sekolah, hidup, dan lain-lain yang semata-mata hanya untuk masa depan anak nya terang benderang tanpa menuntut sepeser pun untuk diganti pembiayaannya. Yang semua orang tersebut mempuyai tujuan positif yang sangat kuat. Dan mirisnya yang kita simak dan lakukan adalah ajakan teman-teman yang tidak bertanggung jawab dan tak tahu apa yang kita butuh kan pada perjalanan yang terlanjur jauh ini. Dan kalian hanya bisa menyalahkan pihak sana dan sini yang membuat rugi dan waktu terbuang sia-sia. Pada akhirnya kita lagi-lagi membuang waktu lagi dengan menyesalinya semua apa yang telah terjadi. Siapa lagi yang akan disalahkan kalau bukan kita sendiri.

Lagi-lagi kita anjurkan untuk membuka hati dan pikiran kita wahai kawan ku yang sangat di sayangi oleh Allah. Yang telah disadar kan olehnya, dan membuat kita menyadari kesalahan kita yang terlanjur jauh hamper ke ujung dunia. Bersama-sama memperbaiki kesalahan demi kesalahan, setapak demi setapak kita tambal jalan yang berlubang. Meminimalisir seminimal mungkin kesalahan. Karena manusia tidak luput dari kesalahan, seperti yang dikatakan oleh pepatah Arab : ما سمي الإنسان إلا نسيانه   kurang lebih begitu menyebutnya. Apa pun kita perbuat, jika ada kesalahan, kita patut berintropeksi diri. Tanpa menyalahkan orang yang bersangkutan, dan sigap menanggulangi kesalahannya. Begitulah cara orang professional bertindak. 


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar