Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PAKAI HATIMU!


Oleh : muhammad naufal hanafia

Dalam berkehidupan, hati merupakan salah satu unsur penggerak manusia dalam melakukan sesuatu hal. Hati yang dimaksud di sini bukanlah organ lahiriah namun hati yang ruhaniah al qalb yang,meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai letak atau posisinya. Sebagian ulama berpendapat bahwa qolbu adalah unsur tidak terindra bersifat spiritual,bukan jantung yang di dada ataupun akal yang di dalam otak, namun punya hubungan erat antara jantung, otak,indera dan syaraf manusia, sebagian lagi berpendapat bahwa hati terletak di jantung yang memiliki hubungan tidak terlihat dengan kehendak dan perbuatan manusia dengan dalil-dalil.
Seperti riwayat anas bin malik bahwa Nabi Muhammad SAW ketika kecil pernah dibelah dadanya oleh malaikat dan mengambil hatinya untuk dibersihkan, juga sabda Rosulullah tentang taqwa dengan menunjuk nunjuk dada. Kalau saya sependapat dengan pendapat kedua karena secara pengalaman dan segala peristiwa emosional pasti terasa lebih dalam dada, contoh ketika cinta terkhianati, atau kita dihina,pasti yang terasa sesak dan sakit adalah dalam dada dengan posisi kita memegang dada atau menepuk nepuknya.
Berbicara mengenai hati, iapun bisa bersih dan kotor pula tergantung pemakaiannya dan masalahnya manusia seringkali tidak menfungsikan hati dengan baik sehingga terjadi disfungsi hati. Saya mengutip tausiah Habib Novel alaydrus "kenapa kalau mata kemasukan debu atau kotoran, pasti langsung terasa tidak enak? telinga ketika kemasukan air atau hewan pasti langsung nggak enak dan terasa,begitu juga tlusupen, pasti sangat kerasa tidak enak,mengapa? karena semuanya sering dipakai, tapi hati kita? kemasukan kotoran yang unlimited kok tidak kerasa nggak enak dan biasa saja? sebab hati kita jarang dipakai".
Kita jarang sekali memakai hati dengan baik dan justru mengisinya dengan kotoran dan penyakit, ketika azan berkumandang, dengan santainya kita menunda nunda, begitu juga membaca qur'an begitu malas karena merasa sudah bisa dan "ah nanti ajalah", melihat tetangga senang kita malah merasa iri dan tak suka, orang lain berbuat baik kita katakan "alah cari muka, pencitraan sok baik", ketika berbuat baikpun, kita berharap dipuji orang, bahkan bermaksiatpun tanpa rasa ragu dan gelisah.
            Hati penuh sesak oleh kotoran dan penyakit sampai sampai kita tak merasa tidak enak atau risih dengan kotoran yang unlimited itu,dengan dunia saja kita peduli setengah mati, terhadap raga kita senantiasa menghidupi namun entah mengapa kita jarang sekali menghidupi hati yang akhirnya mati dan merubah kita menjadi manusia keji, naudzubillah min dzalik, lebih baik Allah binasakan sang hati daripada hati ini bergelimang cinta yang fana tanpa memberi kasta tertinggi untuk Allah dan Rosulnya. Maka dari itu seringlah pakai hatimu dengan baik supaya ketika kotor langsung terasa serta mudah untuk dibersihkan dan mengisinya dengan ketaqwaan. Obat hati menurut Rosulullah ialah mengingat kematian,karena dengan mengingat kematian kita akan selalu takut untuk maksiat karena kita tidak tahu kapan Allah mematikan kita.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar