Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

NASIONALISME TIDAK BERTENTANGAN DENGAN ISLAM

Oleh : Muhammad Rian Ferdian

Nasionalisme merupakan perasaan cinta dan bangga yang tinggi terhadap tanah air dan bangsanya, dengan tidak memandang rendah terhadap bangsa lain. Nasionalisme mendorong kita untuk menjaga kesatuan dan persatuan, kepentingan serta keselamatan bangsa. Walaupun nasionalisme bukan sebuah istilah yang terlahir dari Islam, tetapi nasionalisme tidaklah bertentangan dengan ajaran Islam.

Apakah ada dalil tentang anjuran kita mencintai tanah air? Apakah Rasulullah SAW. juga mencintai tanah airnya? Tentu saja ada, bahwa Rasul kita tercinta sangat mencintai tanah airnya, baik tanah kelahirannya Makkah, maupun tanah dimana beliau Hijrah yaitu Madinah. Dalam hadits dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzi menjelaskan betapa cinta dan bangganya Rasul pada tanah kelahirannya. Rasa cinta tersebut terlihat dalam sabda beliau “Alangkah indahnya dirimu (Makkah). Engkaulah yang paling kucintai. Seandainya saja dulu penduduk Mekah tidak mengusirku, pasti aku masih tinggal di sini” (HR: al-Tirmidzi). 

Madinah sebagai kota dimana rasul hijrah dari Makkah dan menetap disana hingga wafatpun, beliau berharap besar bisa mencintai Madinah sebagaimana beliau mencintai Makkah. Sebagaimana doa beliau yang termaktub dalam kitab sahih bukhari “Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah, atau melebihi cinta kami pada Makkah.” (HR al-Bukhari 7/161)

Maka tak heran Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ary pernah berkata “Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak bersebrangan. Nasionalisme adalah bagian dari Agama, dan keduanya saling menguatkan”.  Dan sebuah jargon beliau yang sangat terkenal yaitu “Hubbul wathon minal Iman” (Cinta tanah air itu sebagian dari iman). Disini Mbah Hasyim ingin mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mencintai tanah airnya, tanah dimana kita lahir dan tumbuh disana.

Menurut KH.Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa timur) Aswaja yang dicontohkan oleh KH.Hasyim Asy’ary dan KH.Wahab Hasbullah mengajarkan kita untuk seimbang antara jiwa Islamiyyah dan Wathaniyah.kalau hanya perhatian pada masalah agama saja, maka negara akan rusak. Sedangkan bila hanya ngurusi negara saja, lupa agama, maka bisa kacau. 
Mencintai tanah air berarti kita berupaya untuk menjaga, menciptakan, melestarikan merawat, serta menghargai. Menjaga dari upaya-upaya yang ingin memecah belah dan mengharcurkan bangsa. Menciptakan suasana aman dan damai dalam kehidupan bersosial atau bermasyarakat dengan rasa toleran dan tenggang rasa. Melestarikan tradisi dan budaya yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Merawat kekayaan alam yang melimpah serta tidak merusaknya. Serta menghargai jasa pahlawan yang sudah berjuangan untuk kemerdekaan & mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka sebuah pendapat yang sangat keliru bila ada seseorang yang berkata bahwa nasionalisme bertentangan dengan Islam, Rasul kita tercinta saja, yang menjadi panutan kita mencintai tanah airnya, lantas apa bedanya cintanya rasul terhadap Makkah dan Madinah dengan cintanya kita terhadap tanah air kita?. Maka disini bisa kita simpulkan bahwa Nasionalisme tidaklah bertentangan dengan ajaran Islam. Waallahu a’lam
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar