Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENGATUR KINERJA OTAK

Oleh : Ahmad Zahrowii Danyal Abu Barzah

Siluet fajar tengah bermunculan di langit-langit pondok, dan kumandang adzan subuh telah sampai jua ke telinga para penjelajah mimpi.  Dengan berat hati, anak-anak telah terbangun tuk menunaikan jamaah subuh di masjid.  Seperti hari biasa, kegiatan rutin bada subuh tak bisa terelakkan namun bukankah itu juga menjadi sebuah tantangan diri berjuang melawan rasa yang megalahkan segalanya, sebut saja rasa kantuk yang menggebu-nggebu.  
Menurut pandangan tentang semua itu, pasti mengetahui bahwa waktu tersebut bukanlah waktu yang pas untuk menerima materi-materi ilmiah yang membuyarkan konsentrasi seluruh santri, memnag hal itu rumuit bagi sebagian santri yang notabene sebelumnya tak ada background ala-ala mondok. Tetapi yang dari notabene mondok pun masih terancam terkena halu-halu rasa kantuk tersebut dan bagaimana mereka dapat mengatasi problematika tersebut?.
Sebagai santri, Saya pun sering mengalami kejadian seperti itu anggap saja sudah terbiasa mengalami hal itu dan bagaimanapun kantuk itu berat dihilangan jikalau memang malamnya dia njagong (begadang) semalaman dan mungkinkah itu sebuah problem juga?. Setelah meneliti lebih lanjut, memang ada alas an tersendiri mereka begadang sampai larut malam seperti itu, tapi kita tidak mempermasalahkan hal tersebut. 
Namun siapa sangka justru kita sendiri yang tak bisa mengontrol diri kita dalam memanage waktu dengan sangat baik. Sah saja jikalau kita memilii alas an seperti itu, ya. Dan Kantuk sendiri mempunya manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan ketenangan otak dalam bekerja tiap waktu, adakalanya mereka beristirahat siang, malam, ataupun bada subuh yang memang waktu pemanasan otak bermula. Kadar kemampuan setiap orang memang mempengaruhi dalam kinerja otak sehingga pengambilan memori atau teori kadang kala tidak serta merta langsung menyerap ke dalam otak. Sehingga seringkali seseorang yang terlalu mengandalkan salah satu otaknya akan mengalami  disfungsi maksudnya otak akan otomatis bereaksi kaget dengan kapasitasnya yang telah mencapai maximum dalam menyerap memori ataupun teori tersebut. 
Nah, bukankah kita sendiri yang telah banyak mendisfungsikan otak kita sendiri saat dimana kita seharusnya merefreshing otak kita dengan senam otak? . Tentu hal itu rumit dilakukan jika tak biasa melakukannnya ataupun sudah tahu dan terbiasa pun malas melakukannya, ya memang kita sendiri juga tak bisa mengontrol diri kita sebagaimana kapasitas kita sendiri sebagai pribadi masing-masing kadangkala bisa berkapasitas rendah, tinggi, maupun yang sedang-sedang saja. Dan mulai saat ini, kapankah kita memulai dapat mengontrol diri kita agar tiap waktu kita dapat mengoptimalkan kerja otak menurut kapasitas pribadi diri kita masing-masing?. 
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar