Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KIAT-KIAT AGAR KERASAN DI PONDOK

Oleh : syahrul

Pondok Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan Guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kiai  dan mempunyai asrama untuk tempat menginap Santri (Wikipedia). Pondok Pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian. Menurut KBBI, Pondok adalah bangunan untuk tempat sementara (seperti yang didirikan di lading, di hutan, dan sebagainya); teratak, Sedangkan Pesantren adalah asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji dan sebagainya. Pondok menurut pengertian dasarnya berarti rumah atau tempat tinggal sederhana terbuat dari bambu, sedangkan Pesantren adalah tempat belajar para santri. 

Masyarakat Indonesia mendengar tentang Pondok Pesantren pasti persepsi mereka bermacam-macam, mulai dari yang baik, buruk, bahkan aneh. Berbagai asumsi sebagian besar masyarakat dapat dijabarkan sebagai berikut: Kegiatan yang sangat padat, aturan yang sangat ketat dan mengekang, tempat tinggal yang kumuh, hidupnya melarat, diperuntukkan orang-orang pedesaan.

Meskipun sebagian masyarakat memiliki asumsi-asumsi di atas, tetapi pondok pesantren tetap eksis sampai sekarang bahkan eksistensinya semakin lama semakin meningkat dengan adanya pondok pesantren jenis modern. Kedua jenis pondok pesantren saat ini, yaitu jenis salaf dan modern bersaing untuk meningkatkan eksistensinya. 
Pondok Pesantren hampir mencakup semua jenis kalangan mulai dari anak-anak, remaja, dan dewasa, baik itu siswa, mahasiswa, dan orang dewasa yang telah memiliki pekerjaan.

Bagi seseorang yang pertama kali mondok atau tinggal di pondok pesantren pasti hal itu sangat sulit, apalagi seseorang itu berasal dari keluarga yang mampu atau yang kaya. Hal tersebut merupakan hal yang lumrah yang pasti dialami oleh seseorang yang pertama kali mondok. Keadaan tersebut disebut dengan masa transisi, yaitu peralihan dari keadaan (tempat, tindakan, dan sebagainya) pada yang lain (KBBI).

Berikut ini adalah kiat-kiat agar kerasan di pondok: 
Menjalani kegiatan pondok dengan semangat dan niat yang ikhlas
Semangat dan niat yang ikhlas merupakan cara yang paling ampuh agar kerasan di pondok.  Dengan semangat dan niat ikhlas tersebut seseorang dapat kerasan di pondok walaupun kegiatan di pondok itu sangat padat dan peraturan yang sangat ketat dan mengekang. Maka dari itu sebelum menjalani kegiatan-kegiatan di pondok seseorang harus memiliki semangat yang kuat dan niat yang ikhlas karena Allah SWT agar dimudahkan menjalani kegiatan-kegiatan di pondok dan agar kerasan di pondok.

Akrab dengan banyak teman pondok
Memiliki banyak teman dapat membuat kita merasa terhibur dan mereka dapat menghilangkan rasa letih seseorang karena kegiatan pondok yang begitu padat. Seseorang dapat akrab dengan banyak teman, tetapi seseorang juga harus memilah dengan siapa dia berteman. Jangan sampai teman tersebut malah mengiring dia kepada keburukan bukan kepada kebaikan.

Mencari teman dekat atau sahabat yang dapat dijadikan tempat berbagi segalanya
Sahabat dapat menjadi tempat berbagi segalanya, contohnya berbagi kesenangan, dan kesedihan. Sahabat juga dapat menjadi pengganti saudara seseorang di pondok yang harus dihormati dan disayangi.
Percaya pada teman-teman pondok
Rasa kepercayaan itu wajib dimiliki agar tidak timbul rasa kecurigaan satu sama lain, tetapi seseorang harus tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mencari tempat ternyaman di pondok
Terkadang kita memerlukan waktu untuk menyendiri baik itu untuk beribadah, merenung, intropeksi diri, dan lain-lain. Kita memerlukan tempat yang nyaman agar tenang dalam melakukan kegiatan di atas, baik itu di aula, masjid/musala, kamar pribadi, atau ruangan kelas. Dari tempat-tempat di atas yang paling cocok digunakan adalah kamar pribadi.  

Membersihkan, dan merapikan ruangan dan barang-barang pribadi maupun umum 
Lingkungan yang kotor dan berantakan dapat membuat kita risih. Sikap risih tersebut dapat menyebabkan kita tidak betah/kerasan di pondok, maka kita harus menghilangkan sikap risih tersebut dengan memulai dari diri kita sendiri dan jangan menunggu seseorang untuk memulai untuk membersihkan, dan merapikan ruangan dan barang-barang pribadi atau umum.

Mengubah persepsi atau asumsi yang buruk tentang pondok menjadi persepsi yang baik. Para Santri biasanya berasumsi bahwa pondok pesantren adalah penjara. Mereka menggunakan slang, yaitu penjara suci agar terkesan tidak menjelek-jelekkan pondok pesantren. Para Santri seharusnya merubah asumsi tersebut, bukan penjara melainkan istana. Mereka juga dapat merubah slang dari penjara suci ke istana suci.

Pondok Pesantren merupakan peradaban Islam yang dari dulu sampai sekarang tidak akan pernah hilang/punah, melainkan akan terus berkembang dan eksistensinya akan terus meningkat sepanjang zaman walaupun sering dianggap dengan stigma negative yang mengarah pada asumsi-asumsi buruk. 
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar