Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KEGIATAN SANTRI AKHIR KMI PONDOK MODERN DARUL HIKMAH

Oleh: Charirotut Tohiroh

Pondok Modern Darul Hikmah merupakan pondok modern yang didirikan oleh santri Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Pendirinya adalah almarhum  KH. Nurul Hadi Ridwan. Awal mula terbentuknya pondok ini berawal dari banyaknya santri yang ingin belajar dan mengkaji kepada kyai tersebut di rumah beliau, musholla, dan tempat di sekitar dangau-dangau. Seiring berjalannya waktu, santri yang belajar kepada santri tersebut semakin banyak hingga tempat yang telah disediakan melampaui batas. Maka dari itu, pada tanggal 02 Juli 1991 telah disepakati untuk mendirikan Pondok Modern Darul Hikmah dengan pimpinan almarhum KH. Drs. Nurul Hadi Ridwan dan dibantu oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern Gontor (IKPM) yang ada di Tulungagung.

Sistem Yang dilaksanakan di pondok ini menyatukan antara pendidikan formal dan non formal yang kegiatannya melaksanakan Pendidikan  Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Kulliyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al Islamiyah, dan Madrasah Diniyah Ula. Diwajibkan bagi seluruh santri, kyai, dan asatidzah Pondok Modern Darul Hikmah untuk bertempat tinggal di asrama dan menggunakan Bahasa Arab dan Inggris selama tinggal di pondok.

Kegiatan-kegiatan yang diadakan di Pondok Modern Darul Hikmah tidak jauh berbeda dengan kegiatan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Dari Khutbatul ‘Arsy atau pekan perkenalan hingga Khutbatul Wada’ atau khutbah perpisahan. Bagi santri kelas enam KMI atau santri akhir KMI harus mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh Direktur Kulliyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al Islamiyah diantaranya adalah kajian Ilmu Falak, pembelajaran tata cara ruqyah, pembelajaran praktek merawat jenazah, pembekalan bekam, manasik haji, pembuatan fathul kutub, pembuatan paper berbahasa Arab atau Inggris, taftisul kutub, amaliyatut tadris, study tour dan masih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan salah satu syarat kelulusan santri akhir Pondok Modern Darul Hikmah dan jika mendapat nilai yang sangat minimun santri wajib mengikuti ujian ulang atau remidi.

Salah satu kegiatan santri akhir KMI adalah fathul kutub. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yang dibuka langsung oleh pimpinan Pondok Modern Darul Hikmah Al Ustadz KH. Irhamni Khoirul Munzilin, M.Kom dan bapak direktur KMI Al Ustadz KH. Mashuri Ihsan di Masjid Agung Ar Ridwan Al Hikmah kampus 1 yang diikuti oleh seluruh santri kelas 6 (enam) atau santri akhir KMI dan beberapa guru senior. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan  pegarahan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Fathul Kutub.

Kegiatan Fathul Kutub tersebut diawali dengan pembekalan materi oleh beberapa guru senior sebelum memasuki pembahasan masalah. Diskusi pelaksanaan selama kurang lebih satu hari yang diakhiri dengan presentasi kepada pembimbing masing-masing.

Fathul Kutub merupakan kegiatan khusus dalam rangka meningkatkan wawasan keilmuan santri dalam dirosah islamiyah dan menelaah literatul islam klasik maupun modern yang berbahasa arab. Tujuan diadakannya Fathul Kutub adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa arab dan mengaplikasikannya, meningkatkan wawasan pengetahuan islam klasik maupun modern. Dengan memahami isi dari buku-buku yang berbahasa arab diharapkan santri dapat mengetahui berbagai pendapat ulama’ di buku-buku tersebut.

Kegiatan santri kelas enam lainnya adalah Amaliyatut Tadris yang merupakan praktek menjadi guru yang mengajarkan satu mata pelajaran kepada murid. Kegiatan ini dilaksanakan selama seminggu. Seluruh santri akhir KMI wajib mengikuti kegiatan ini dan akan mendapatkan mata pelajaran yang berbeda-beda. Santri dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari tujuh anggota. Sistemnya satu orang menjadi pengajar atau guru dan lainnya menjadi muntaqid atau yang mengkritik. Sedangkan yang menjadi murid adalah siswa kelas 1 sampai 4 KMI. Tugas muntaqid adalah mencatat kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh guru tersebut baik dari langkah, materi, maupun keadaan. Setiap orang akan mendapat giliran untuk praktek menjadi pengajar atau guru. Setelah seorang mempraktikkan cara mengajar yang benar sesuai langkah yang telah diajarkan oleh guru-guru senior, maka seluruh santri wajib untuk kumpul perkelompok dengan ustadz pendamping di masing-masing kelompok untuk membahas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh pengajar tersebut.

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam mengajar dengan langkah yang benar supaya santri lulusan Pondok Modern Darul Hikmah menjadi santri yang intelektual dan berguna bagi masyarakat kelak.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar