Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KEBERUNTUNGAN

Oleh : Bagus

Persahabatan yang kerab, sebagaimana yang di jalin dua anak yang berbeda tampilan. Mereka tinggal di satu desa dan bisa  di bilang mereka adalah tetanggaan, sebut saja namanya Ingsun dan Riko. Perbedaan dalam tampilannya tidak membuahkan jarak bagi mereka. Dan mengenali dari perbedaannya sangatlah mudah, kerena tampak secara kasat mata. Yaitu dengan tampilan ingsun berpotongan rambut  “Man Bun” (gondrong), sedangkan riko berpotongan rambut “Buzz Cut” (gundul).

Meski dalam penampilan berbeda, mereka tetap ada kesamaan yaitu dengan menjalankan hobinya. Sekian dari banyak hobi, salah satunya adalah  bermain sepak bola, hampir di setiap hari libur, ingsun dan riko menyempatkan diri untuk bermain sepak bola bersama, yang kebetulan di desanya  ada lahan kosong yang di jadikan lapangan untuk bermain sepak bola.

Hari ahad (libur) tiba, sebagaimana ingsun mendatangi rumah riko sambil membawa bola.
“Assalaamu ‘alaikum,, rik !” ujar ingsun sambil mengetuk pintu.
“Wa ‘alaikumussalam, tunggu sun”  jawab riko sambil berjalan menuju pintu depan. Dan riko pun sudah paham dengan datangnya ingsun ke rumahnya.
“Ayookk langsung tancap sun ke lapangan !”  tegas riko setelah membuka pintu.
“Gasss remblong rik.!!”  Ujar ingsun dengan penuh semangat.

Sesampainya di lapangan dengan penuh keriangan, mereka memulai bermain sepakbola dengan by one atau satu lawan satu. Dan kebetulan kondisi lapangannya seukuran dengan lapangan futsal, jadi tidak terlalu banyak menguras tenaga. Dalam petandingannya yang sudah berjalan 30 menit, riko mengajak untuk istirahat sebentar;
“Istirahat dulu yukk Sun”  ujar Riko sambil menggos-menggos (lelah).
“Hayukk Rik, kebetulan aku juga capek”  saut Ingsun dan memegang bolanya.
Istirahat sudah berjalan, dan setengah tenaga terisi kembali. Suasana pun masih terlihat cerah, seolah mereka ingin melanjutkan bermainnya.

“Ayookk main lagi rik!”  Ujar Ingsun sambil berdiri dan mengangkat bola.
“Ayooo sun, tapi jangan seluruh lapangan yaa!”  saut riko dengan sedikit lelah.
“Iyaaa,, gimana kalo kita main adu pinalti saja, dan yang gol menjadi penjaga gawangnya”  penjelasan ingsun yang mengetahui kondisi riko masih sedikit lelah.
“Boleh sun.!!”  Jawab riko dengan berdiri.
Keduanya sepakat dan langsung melakukan suit untuk menentukan yang menang akan menjadi penendang yang kalah sebagai penjaga gawang. Riko pun sebagai penendang di awal dan ingsun sebagai penjaga gawangnya. Tendangan riko dengan tenaga yang sudah terkumpul mengakibatkan bola melambung tinggi di atas mistar gawang, sehingga mengenai bagian batang pohon yang menjulang ke arah atas gawang dan tidak di ketahui oleh keduanya bahwa ada rumah lebah di batang cabang yang terkena lajuan bola tersebut. Mereka pun biasa saja dan kembali melakukan bermainnya.

Tibalah lebah yang marah ketika melihat rumahnya yang tersungkur ke tanah, dengan penglihatan yang tajam, si lebah melihat dua anak sedang bermain sepakbola di lapangan hingga menjadi sasaran empuk bagi lebah untuk meluapkan kemarahannya. 

Dengan asyiknya Ingsun dan Riko bermain sehingga tidak dapat melihat lebah yang sedang menghampirinya, kebetulan penjaga gawangnya adalah si ingsun sehingga dia menjadi sasaran pertama bagi lebah. Tapi ingsun tidak merasakan sedikit sengatan dari se ekor lebah yang padahal kepalanya sudah di sengat berkali-kali. Dengan pemberitahuan dari riko yang terdengar dengungan suara lebah.
“Awasss sun dia atasmu ada lebah !”  sentak riko dengan kaget dan takut.
“Ayoooo lariiii Rikk..” setelah menengok ke atas dengan rasa panik juga takut.
“Gasssss..”  saut riko sambil membawa bola.
Mereka berdua berlari terbirit-birit untuk menghindari sengatan dari lebah tersebut.
Dan sebuah keberuntungan bagi si Ingsun yang terkena sengatan di kepalanya tapi tidak terasa, karena model rambutnya yang “Man Bun” atau yang kita kenal dengan istilah Gondrong.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar