Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HARGA DAN KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM

Charirotut Tohiroh

Kaum terdahulu (kaum sebelum adanya Islam) memandang wanita sebagai orang yang hina, cela, buruk, dan keji. Mereka dianggap sebagai orang yang tidak mempunyai hak, kebebasan, dan kehormatan. Dan umat-umat terdahulu meyakini bahwa wanita adalah sumber dari segala musibah dan bencana.
    Pada zaman Romawi, seorang wanita harus dibakar di atas minyak panas dan tubuh mereka diikat dengan tali sampai ia meninggal, dan sesekali ada beberapa wanita yang tubuhnya diikat dengan kuda lalu kuda tersebut lari dengan sekencang-kencangnya sampai wanita tersebut meninggal.
   Pada zaman Yunani, wanita dianggap sebagai orang yang hina dan juga hasil dari perbuatan-perbuatan setan. Mereka disamakan dengan barang dagangan dan mereka tidak akan mendapatkan hak waris dari keluarganya, bahkan mereka tidak boleh menggunakan harta keluarganya walau hanya sedikit.
  Orang-orang Yahudi pada zaman dahulu menganggap wanita itu sebagai kotoran sehingga mereka dijadikan budak dan pembantu mereka. Seorang ayah boleh menjual anak perempuannya. Mereka juga menganggap perempuan itu laknat, karena perempuanlah yang telah berhasil mengelabuhi Nabi Adam A.S. Demikian juga orang-orang Nasrani, mereka menganggap wanita sama seperti orang-orang Yahudi. Mereka juga menganggap wanita sebagai orang yang najis, terutama ketika haid.
  Orang arab jahiliyah juga menganggap wanita sebagai orang yang hina, aib keluarga sehingga mereka tidak berhak untuk mendapatkan warisan. Lebih kejamnya adalah perlakuan seorang lelaki apabila mengetahui istrinya melahirkan seorang perempuan, ia menggali lubang lalu memendam anaknya ke dalam lubang tersebut tanpa peduli tangisan keras dari darah dagingnya sendiri.
  Namun setelah Islam datang, Islam sangat menghormati dan memuliakan seorang wanita dengan setinggi-tingginya kemuliaan. Islam juga menghargai wanita dengan harga dan kedudukan yang sangat tinggi dan mengangkat mereka dari julukan hina dan sumber dari segala bencana musibah.
 Islam datang dengan membawa rahmat untuk semesta alam, untuk semua makhluk. Terutama untuk wanita karena wanita adalah makhluk yang mempunyai kemuliaan tinggi. Seorang ibu, ia adalah surga bagi anaknya; seorang istri, ia adalah orang yang lembut, selalu mengasihi dan menyayangi suaminya; anak perempuan harus mendapatkan pendidikan yang baik dan benar dan dibimbing juga dibesarkan sampai ia menikah. Dan juga seorang ayah yang mampu membimbing dua atau tiga anak perempuannya dengan baik dan benar maka ia akan mendapatkan jaminan surga. Rosullullah S.A.W bersabda dalam hadits Aisyah R.A yang artinya “Barang siapa diberi cobaan dengan anak perempuan, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Al-Bukhori  no. 1418 dan Muslim no. 2629).
  Wanita yang mempunyai harga dan kedudukan tinggi adalah wanita yang mampu menjaga dirinya dan tidak menghalalkan semua cara demi mencukupi semua kebutuhannya. Jika ia menjadi muslimah yang sholihah maka ia akan menjadi mulia. Segala sesuatu ia serahkan kepada Allah S.W.T, jika ia sedih, hatinya gelisah, dan sedang tertimpa musibah Allah akan menjaganya. Kedudukan wanita sholihah adalah lebih mulia daripada bidadari di Surga.
  Agar seorang wanita mendapat kedudukan yang tinggi, ia harus menjadikan rumahnya sebagai istana yang penuh cinta. Ia juga menjadikan dirinya sebagai wanita paling cantik dengan hijabnya, menjaga pandangan, dan menjaga pergaulan dengan lelaki yang bukan mahromnya. Sebaik-baik wanita adalah wanita sholihah, dan sebaik-baik lelaki adalah yang memuliakan perempuan.


Charirotut Tohiroh
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Santriwati PP. Darun Nun
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar