Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HABIB NOVEL TENTANG ADAB PENABUH SHALAWAT

Oleh : Muhammad Anis Fuadi

Syaikh Abdul Wahab asy-Sya'roni meriwayatkan dalam kitab al-Fawaid al-Mukhtarah bahwa Abdul Mawahib Imam asy-Syadzili berkata: Aku pernah bermimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad Saw. Aku bertanya, Ada hadits yang menjelaskan sepuluh rahmat Allah diberikan bagi orang yang berkenan membaca shalawat, apakah dengan syarat saat membaca harus dengan hati hadir dan memahami artinya? Nabi Saw. menjawab, Bukan, bahkan itu diberikan bagi siapa saja yang membaca shalawat meski tidak faham arti shalawat yang ia baca.

Dengan riwayat itulah membaca sholawat dikenal sebagai satu-satunya ibadah mudah yang pasti diterima oleh Allah SWT. Terlebih kini muncul berbagai variasi baru yang dilakukan untuk menarik seseorang untuk membaca sholawat. Membaca sholawat kini biasa diiringi dengan alat musik seperti rebana, darbuka, ataupun alat-alat musik modern seperti gitar, drum, piano dan sebagainya. Bahkan sholawat yang dibawakan salah satu grup musik gambus dengan vokalis berparas cantik di Indonesia mampu menyaingi ketenaran musik-musik pop ataupun dangdut yang notabene merupakan musik yang paling hits di Indonesia.

Seiring berkembangnya sholawat di Indonesia, timbul kontradiksi di tengah-tengah masyarakat. Beberapa kelompok masyarakat menganggap bahwa membaca sholawat tidaklah etis jika diiringi dengan alat musik baik rebana ataupun alat musik modern lainnya. Namun, masyarakat lain tetap berpegang teguh yakin bahwa sholawat adalah ibadah yang mudah diterima.

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus yang merupakan cucu menantu dari Habib Anis bib Alwi Al-Habsyi yaitu cucu dari pengarang maulid simtudduror Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi pernah hadir dalam salah satu majelis maulid di Solo beliau menyatakan dalam majelis tersebut bahwa tidak boleh sembarangan menjadi seorang penabuh rebana pengiring sholawat. Beliau mengatakan bahwa menabuh rebana memiliki adab atau tata krama tersendiri. Jika seseorang tidak mahir menabuh rebana dengan cara yang benar, lebih baik dia tidak menabuh. "Tabuhan rebana itu harus diirigi dengan hati dan sampai ke hati bukan hanya enak didengar ditelinga kemudian kita berjoget karena mendengar enaknya suara alunan musik dengan jogetan yang diharamkan Allah SWT" tutur beliau.

Beliau menambah bahwa beliau tidak ingin Habib Ali AlHabsy marah karena maulid simtudduror yang dibaca di majelis tersebut dibaca dengan tidak memperhatikan adabnya. Beliau tidak ingin syafaat menjadi terhalang sampainya kepada para pembaca maulid karena hal-hal sepele seperti itu. Dengan sedikit nasehat dari beliau Al Habib Novel Alaydrus tersebut pelajaran besar dapat diambil bahwa sejatinya membaca sholawat diiringi alat musik seperti rebana sebenarnya boleh saja.

Namun yang beliau khawatirkan adalah timbulnya suatu perbuatan-perbuatan yang dapat merusak suatu amalan seseorang. Terpenting sebenarnya adalah rasa syukur tiada tara yang patut dihaturkan kepada Allah atas nikmat yang diberikan sehingga pembacaan sholawat di Indonesia dengan mudah dilantunkan di berbagai majelis tanpa ancaman dan gangguan. Sholawat inilah salah satu dari faktor penyebab Negara Indonesia dijadikan Allah negara yang aman tentram. 

Mengingat banyak negara lain yang untuk menyelenggarakan bahkan sekedar melantunkan sholawat saja dipersulit dan diancam oleh berbagai pihak. Lantunan sholawat sangat sulit terdengar di negara-negara seperti itu. Apalagi untuk menemui variasi sholawat diiringi alat musik. Hampir mustahil dapat mendengarnya.

Alangkah beruntungnya kaum muslim Indonesia yang diberikan keleluasaan untuk senantiasa bersholawat kepada Nabi dan beruntungnya Indonesia memiliki para ulama' seperti Habib Novel bin Muhammad Alaydrus yang senantiasa membimbing, menasihati, dan mengingatkan kepada kaum muslim agar selalu berada di jalan yang benar sesuai ajaran Rasulullah Saw.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar