Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DAMPAK POSITIF STRES

Oleh : Fikri

Banyak dari kita ketika melihat orang berperilaku tidak semestinya, biasanya orang tersebut disangka mengalami gejala stres. Padahal, bisa saja perilaku tak semestinya tersebut sesungguhnya merujuk pada gangguan jiwa. Memang masih banyak orang yang salah mengenai gangguan gangguan yang satu ini.
Dokter spesialis kesehatan kejiwaan dari rumah sakit Mitra Keluarga, dr. Albert Maramis, Sp.Kj mengatakan, banyak masyarakat awam yang merujuk stres pada gangguan jiwa atau mental. Padahal stres sebenarnya merupakan suatu tekanan yang mengharuskan seseorang untuk beradaptasi akan sesuatu.
“Definisi stres itu netral. Stres sendiri merupakan reaksi individu terhadap sesuatu yang memaksa orang untuk bisa menyesuaikan diri, baik peristiwa gembira maupun menyusahkan atau menyedihkan,” kata dr. Albert Maramis, Sp.Kj dalam Ayana Mid Plaza, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2019.
dr. Albert Maramis melanjutkan, stres tidak selamanya memiliki dampak buruk bagi kehidupan seseorang. Selain memiliki dampak negatif untuk kehidupan seseorang, ternyata stres juga memiliki dampak positif bagi seseorang. Contohnya seperti ketika seseorang sedang menjalani suatu ujian tertentu maka tak jarang akan mengalami stres. Untuk mengatasi atau mengurangi gejala stres tersebut maka dia akan banyak belajar sebagai proses penyesuaian.
“Kalau dia enggak stres, berarti dia cuek aja, enggak belajar. Jadi stres pada tingkat tertentu bisa memacu kita untuk berprestasi. Lalu kapan stres bisa menjadi tidak baik? Kalau tingkat stres melebihi kemampuan kita untuk beradaptasi. Stres pada waktu tertentu diperlukan, ilustrasi itu memacu kita, tapi kalau berlebihan tidak bisa sesuaikan,” jelas dr. Albert Maramis.
Disisi lain, dr. Albert Maramis menjelaskan beberapa gejala stres yang buruk bagi diri sendiri. Mulai dari rasa tidak nyaman dan selalu berpikir soal hal-hal tertentu. “Kalau yang mengarah ke negatif itu namanya distres, yang mana stres itu bisa menjadi hal yang tidak menyenangkan, menguras tenaga, tidak dapat diatasi hingga menurunkan kinerja,” dr. Albert Maramis.
Dari penjelassan dr. Albert Maramis kita bisa menyimpulkan bahwa sesuatu yang selalu kita anggap negatif atau buruk ternyata memiliki dampak positif bagi diri kita jika kita mau melihat dari sudut pandang positif dan membangun diri sendiri.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar