Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

AKU INGIN SEKOLAH

oleh : Achsanul Fikri Arrizki

Pagi mulai menampakkan diri, dengan sinar mentari yang yang tak pernah mengingkari janji untuk terbit setiap hari. Setiap anak disudut rumah mulai bergegas untuk memakai pakaian wajib bagi mereka, pakaian dengan paduan yang has untuk seorang pelajar di Indonesia. Tepat dihari pertama kali masuk sekolah setelah sekian lama menikmati liburan yang menyenangkan.

Dihari yang penuh kesibukan bagi anak sekolah pada umumnya, mereka berangkat dengan riang dan memakai pakaian yang rapi. Setelan merah putih untuk anak SD, biru putih untuk anak SMP dan putih abu-abu untuk anak SMA. Namun ada yang berbeda dari salah satu anak dirumah kecil disudut desa. Andri namanya, seorang anak piatu yang telah ditinggal pergi oleh ayahnya dan menyisakan seorang ibu yang sudah termakan usia.

Dihari yang cerah itu, Andri hanya memakai kaos oblong dengan celana trening dengan aksesoris gitar yang menggantung dibahunya bergegas berangkat menuju terminal kota. Kesibukan Andri sehari-hari diisi dengan mengamen di terminal kota, berharap mendapat rizki halal untuk sesuap nasi. Itulah kesibukan Andri setiap hari, setiap hari dia berpapasan dengan teman sebayanya yang berangkat kesekolah menggunakan seragam.

Tak jarang terbesit didalam hati Andri yang juga ingin menggunakan seragam sekolah. Namun, kebutuhan ekonomi yang merantai keluarganya menahan dirinya untuk menganakan seragam yang diinginkannya. Andri hanya dapat menulis keinginannya diatas selembar kertas sembari berdoa semoga diberi kesempatan untuk mengenakan seragam dan menempuh pendidikan disekolah.

Disuatu malam yang penuh dengan ketenangan, ditemani lampu obor yang menari karena terkena angin malam. Andri dan ibunya menghitung hasil mengamen tadi siang, berharap hasil dari mengamen cukup untuk kebutuhan keesokan hari. Setelah selesai menghitung hasil dari mengamen Andri langsung bergegas untuk mengistirahatkan tubuhnya diatas kasur lantai yang mulai koyak yang telah lama tidak diganti.

Ditengah malam yang gulita, ibu Andri yang sedari tadi tidak bisa memejamkan mata memilih untuk melihat Andri yang sudah tidur pulas terbawa mimpi. Ibu Andri duduk disampingnya sembari mengelus rambut Andri yang mulai panjang karena beberapa bulan belum dipotong, sembari mengelus rambut anak kesayangannya tak sengaja ibunya melihat selembar kertas dibawah bantalnya. Diambillah kertas itu dan ibunya mulai membaca tulisan dikertas itu.

Setelah membaca apa yang ada dikertas tersebut, perlahan mata ibu Andri mulai meneteskan air mata. Melihat apa yang dituliskan Andri dikertas tak kuasa membendung tangis seorang ibu renta yang termakan usia. Diatas kertas itu tertuliskan kata singkat “Aku Ingin Sekolah”. Melihat tulisan Andri tersebut ibunya hanya bisa berdoa semoga Andri bisa sekolah suatu hari nanti.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar