Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

REKOMENDASI APLIKASI UNTUK MENULIS DI GAWAI


Hasil gambar untuk LITERASI
Oleh : Binti Rohmatin Fahimatul Yusro

Hai sahabat millenials, terutama bagi pecinta literasi. Di era millenial ini kita semua pasti tahu betapa pesatnya teknologi berkembang. Dengan kemajuan teknologi tersebut, haruslah kita pintar-pintar memilah dan memilih hal-hal yang baik. Millenials sekalian pasti tak terpisah dengan gawai kan? Itu loh, si kecil caberawit yang bisa mengajari kita apapun. Kalau ada mahfudzot yang mengatakan “Al waqtu kassaifi in lam taqtho’hu qatha’aka?” pasti mahfudzot tersebut sudah sangat familiar di ingatan sahabat sekalian. Tapi, kali ini penulis mencoba mengubah sedikit mahfudzot tersebut. Dari penulis menjadi ”Al jawwalu kassaifi in lam taqtho’hu qatha’aka”. Setuju ndak dengan sedikit perubahan tersebut? Hehe.
Untuk artinya, bisa kalian tanyakan kakek terpintar ya!(google). Pesan penulis dari pengubahan mahfudzot tersebut ialah: bahwasannya waktu kita banyak yang tersita oleh gawai, maka dari itu gawai harus kita taklukkan untuk hal-hal kebaikan. Disini, penulis ingin membagikan pengalaman menulis dengan penggunaan aplikasi yang fleksibel di gawai kita masing-masing.
1. Blogger.
Platform blog ini sudah sangat populer dan digunakan oleh banyak orang. Jika sahabat sekalian menyukai kegiatan literasi berbasis blogspot, maka menggunakan aplikasi ini wajib bagi kalian.

2. Wattpad.
Kunci dari lihainya para penulis untuk menulis ialah banyak membaca. Nah, di wattpad sahabat sekalian akan bisa menemukan perjuangan penulis terkenal yang memulai tulisannya di wattpad. Bang Alvi Syahrin misalnya. Kini para penulis terkenal banyak yang bermula dari penulis wattpad.
Dengan wattpad, sahabat sekalian bisa sekedar membaca, atau juga mempublikasikan karya tulis baik berupa cerpen, cerbung, puisi,dll.

3. Steller.

Steller merupakan singkatan dari story teller. Jika sahabat sekalian suka bertutur cerita ataupun mendongeng, steller bisa dijadikan andalannya. Selain dalam teks, elemen lain untuk bercerita juga disediakan di aplikasi ini loh! Ingin membuat video dokumenter misalnya.
Hanya saja, aplikasi ini belum populer di kalangan umum.
4.  Plukme.
Sahabat sekalian pasti suka dengan kegiatan iseng berhadiah. Nah, di plukme ini selain wadah untuk menuangkan tulisan baik berupa splash (seperti yang biasa dituliskan di status whatsapp), artikel, video, ataupun promosi plukme juga memberikan reward yang bisa dicairkan langsung dengan dikirimkan ke rekening atm para pluker(istilah untuk pengguna plukme), asal sudah mencapai bonus Rp. 100.000,00.
Di plukme, tulisan juga tidak bisa dipublikasikan jika tulisan merupakan plagiasi, bahkan akun pluker yang menuliskan tulisan plagiasi akan segera terblokir.
Beberapa bulan ini plukme sedang mengalami trouble, akan tetapi sekarang sedang dalam perbaikan untuk bisa digunakan lagi dengan beberapa fitur terbaru.
5. Ketix.
Bermula dari gabung channel telegram ‘Indonesia Menulis’, penulis mendapatkan berbagai informasi kepenulisan dan juga rekomendasi menulis dengan menggunakan aplikasi Ketix. Aplikasi ini masih sangat baru, oleh co founder Tendi Murti dan baru saja diresmikan tanggal 9 Juli 2019.Tendi Murti memaparkan pendapatnya bahwasannya lewat aplikasi Ketix, para penulis juga bisa menerbitkan e-book mereka sendiri, yang nantinya bisa dipublikasikan secara gratis, atau dijual ke publik dengan bagi hasil 80 persen royalti untuk penulis dan hanya 20 persen untuk Ketix. Menakjubkan bukan?

Nah, sekian dari penulis mengenai rekomendasi aplikasi gawai untuk literasi yang juga penulis gunakan sampai sekarang. Selain dengan berbagai aplikasi, bisa juga dengan aktif menulis di berbagai website yang tak kalah populer. Semoga bermanfaat, dan jika ada kesalahan penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar