Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Diam atau Mengungkapkan

Oleh : Bagus Isnu H


Diam atau Mengungkapkan ?
            Hidup dalam hidup yang tak luput akan dalang (controlled) oleh nafsu, sudah menjadi sunnahNya untuk mahluk yang diciptakan, serta diamanahi sebuah peliharaan yang harus benar-benar dipelihara (sebagaimana : dijaga dan dirawat) yaitu bernama “Nafsu”. karena jika tidak! dalam sebuah tindakan maupun perkataan akan menimbulkan sikap brutall atau berlebihan. ketika benar-benar kita sadari dan resapi, diluar nalarpun kita akan pekah bahwa kita di kontrol oleh nafsu. Meski itu dalam tindakan dan perkataan baik maupun buruk, semestinya kita harus bisa meminimalis dari keadaan yang buruk dengan cara “Diam atau Mengungkapkan”  dengan bijak.
                Sebagaimana atas sekenarioNya yang sudah tertera, manusia diberi selain nafsu yaitu juga akal, fungsinya pun untuk berfikir dan baik akan memilah sebuah perkara. Dengan sebuah keterbatasan ini, kita juga harus pandai dalam menyikapi hal yang sekiranya itu un faedah atau pertanyaan yang amat durjana. Sebagaimana dalam menyikapi sebuah perkara yang sekiranya unfaedah, alangkah baiknya disikapi dengan Diam atau tinggalkan. Dan apabila menghadapi sebuah pertanyaan yang sekiranya akan menyia-nyiakan  masa, sebaiknya kita menyikapi dengan diam atau mengungkapkan kata untuk pamitan pulang, dan tak lupa dalam menyikapi sesuatu kita harus mengetahui sikond (situasi kondisi) diri maupun sosial.  sebagaimana ada maqola “Tidak menjawab (diam) terhadap orang bodoh itu adalah jawaban” .

 Terimakasih dan semoga bermanfaat.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar