Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BERBAGI ASA DI BULAN PENUH BERKAH

Lamongan, 1 Juni 2019. Santunan Yatim dan Dhuafa kembali diadakan oleh PP. Darun Nun Malang dan Ranting NU Ds. Sukosongo Kec. Kembangbahu Lamongan. Kegiatan ini sudah terlaksana selama dua kali Ramadhan dan direncanakan akan kembali dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya.

Foto bersama setelah pemberian santunan 
Berbeda dengan tahun lalu, kali ini Santunan Yatim dan Dhuafa bekerjasama dengan Program Studi Matematika FMIPA Universitas Billfath Lamongan dan Ikatan Alumni FTK ITS Surabaya. Dari Universitas Billfath selain pemberian donasi berupa materi juga menampilkan salah satu mahasiswi berprestasinya, Kak Eka Budi Nur Hidayah dan Kak Dewi, untuk memberi motivasi. Sedangkan Ikatan Alumni FTK ITS Surabaya menyumbangkan paket bingkisan dan uang untuk para anak yatim dan Dhuafa.
Penyerahan sumbangan secara simbolik dari Ketua Prodi Matematika FMIPA Universitas Billfath dan IkataI Alumni FTK ITS kepada Ranting NU Sukosongo dan PP. Darun Nun Malang 

Sebagaimana kebiasaan majelis yang diadakan NU, acara ini diawali dengan bacaan ayat suci Al Quran dan Sholawat Nabi yang dipimpin oleh Ketua Prodi Matematika FMIPA Universitas Billfath, Bapak Aris Alfan, M.Si. Kemudian sambutan oleh Ketua Ranting NU Ds. Sukosongo, Bapak Solikin, S.Pd. "Awalnya, hanya inisiatif sederhana untuk meneruskan kegiatan tahun lalu, tapi ternyata tanggapan dari para donatur dari warga maupun berbagai lembaga luar biasa, Min haitsu laa yahtasib." Jelas Bapak Solikin.
Motivasi dari Kak Eka

Acara dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari anak-anak yatim. Setelah itu Kak Eka, yang saat ini juga menjabat sebagai ketua umum IPPNU Kec. Maduran, memberikan dorongan pada para peserta untuk terus bersekolah untuk menggapai cita-cita, tidak malu berusaha, dan tidak minder. "Rukun iman ada enam. Kita biasanya percaya semua, tapi untuk mempercayai yang nomor enam, qodlo dan qodar apalagi yang buruk, kita biasanya tidak terima. Jangan begitu, Allah pasti memberikan yang terbaik bagi kita." Ucap Kak Eka. Kiai Sofyan Sahuri pada Maudlohnya juga menambahi "Kehidupan yang penuh dengan perjuangan akan membuat kalian menjadi anak-anak yang hebat." Tak lupa beliau mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa  Rasulullah dengan orang-orang yang memelihara anak yatim di surga nanti akan sangat dekat. Maka sangat mulia jika mau menyumbangkan harta, benda atau tenaga demi kesejahteraan anak yatim.

Pada dasarnya acara ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan santunan berupa materi kepada anak yatim dan dhuafa, akan tetapi juga menyalurkan pengetahuan, motivasi dan relasi kepada anak-anak tersebut. Harapannya agar anak-anak memiliki jiwa percaya diri dan cita-cita yang tinggi, meski hidup di keluarga yang tidak lengkap. Sehingga anak-anak tahu bahwa banyak cara untuk tetap belajar dan berkarya serta menggapai masa depan yang gemilang.

Penulis : Dyah Ayu Fitriana
Pemeriksa Aksara : Nihaya Alivia Coraima Dewi

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar