Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ujian VS kehidupan






Hidup tanpa ujian layaknya langit tanpa bulan
Hidup tanpa ujian bagaikan saturnus tanpa cincinnya
Hidup tanpa ujian seakan menentang takdir Tuhan
Hidup dengan ujian itu akan terasa nilainya

Ujian adalah tamu yang tak pernah diundang dalam kehidupan kita bahkan kedatangnnya sering mengundang amarah dan menguji kesabaran, namun yang harus kita lakukan adalah menyambut serta memperlakukannya dengan baik karena pada akhirnya kita juga akan diperlakukan baik olehnya.

Ujian dalam kehidupan layaknya bintang di angkasa, denga jumlahnya yang tak terhingga memenuhi angkasa raya,  namun tak bisa dipungkiri langit akan tetap terlihat besar dengan skalanya, begitu juga dengan kehidupan, ujian itu tak terhitung  jumlahnya namun tetap saja kehidupan kita jauh lebih besar dari itu... yang harus diingat adalah sebesar apapun  permasalahan tidak akan menutup hakikat kehidupan kita. Karena nilai dari kehidupan kita terlalu berharga jika harus disandingkan dengan sekelumit permasalahan yang kita hadapi.

Orang yang tidak memahami arti kehidupan dengan benar akan sibuk untuk memikirkan tentang asal-muassal masalah yang mereka hadapi, ada yang berfikir bahwa masalah lah yang datang menghampiri manusia, ada juga yang mengatakan bahwa manusia lah sang pencari masalah, dan tak menutup kemunkinan juga bahwa manusia lah sumber  pembuat masalah. Namun berbeda halnya dengan orang yang cerdas, yang menganggap bahwa masalah adalah bagian dari takdir hidupannya, yang ada dipikirannya adalah bagaimana ia bisa mengambil hikmah dari masalah tersebut, bagaimana ia bisa menjadikan semua itu sebagai proses pendewasan diri, bagaimana ia bisa bermuhasabah dengan dirinya sendiri merenungi akan segala kesalahan yang ia perbuat tanpa harus mencela serta menyalahkan orang lain.

Seperti yang dikatakan didalam mahfudzot
بالامتحان يُكرم المرء أو يُهان
“Dengan ujian seseorang bisa dimuliakan atau dihinakan”

Terkadang kita lebih sering fokus terhadap 1 masalah, namun kita lupa akan 99 nikmat Allah yang akan datang menghampiri kita. Ketika ditimpah musibah kita terlalu sibuk untuk memilah-milih sosok yang akan mendengarkan cerita kita sampai lupa bahwa saat itulah puncak kerinduan Tuhan kepada hambanya, rindu akan kalimat-kalimat dzikir yang keluar dari mulutnya, rindu akan tangisnya, rindu akan permintaan tolongnya. Ketika itu juga bumi Allah terbentang dengan luasnya seakan menanti tubuh  sang hamba untuk bersujud dan berserah diri diatasnya. Pada intinya musibah itu akan mengecil jika dirahasikan, membesar jika dikelukesahkan, merumit jika diumbar kepada manusia, dan terurai jika diadukan kepada Allah SWT.

And the last"problem is your best friend.it makes you stronger and more understanding about life"


Pondok Pesantren Darun Nun
10-Mei-2019




Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar