Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ramadhan, Jangan Sampai Berakhir dengan Penyesalan


Oleh: 
Nur Sholikhah




                Ramadhan selalu menjadi bulan yang sangat dinantikan bagi orang-orang yang memeluk islam. Iya, memeluk bukan hanya sekedar menjadikannya stempel agama di KTP. Semua kalangan menantinya dengan gembira, anak-anak, kaum remaja, orang dewasa dan para manusia yang menjelang senja. Bahkan alam seakan ikut menyambutnya lewat gemulai angin yang membelai dedaunan di tengah sengatan energi matahari dan melalui cahaya rembulan yang bersinar di pangkuan alam.

                Semua gembira menyambutnya dengan tradisi yang beraneka ragam, mulai dari nyekar, megengan, munggahan, megibung dan tradisi lainnya yang bisa dicari sendiri melalui abang google. Kalangan ibu-ibu sudah siap menawarkan barang dagangannya seperti tas, baju, kue lebaran, make up. Para remaja sudah sibuk mengatur jadwal buka bersama dengan teman-temannya. Anak-anak kecil tertawa gembira karna sebentar lagi petasan akan dijual di sepanjang jalan raya. Sedangkan para ayah sibuk bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hari raya keluarganya. Semua sibuk menyambut bulan ramadhan dengan mengadakan berbagai acara dan rencana, hingga terkadang lupa bahwa bulan itu manusia diperintahkan untuk berpuasa bukan berfoya-foya.

                Bagaimana tidak? jadwal buka bersama diatur sedemikian rupa. Bertempat di sebuah rumah makan mewah atau yang biasa-biasa saja. Memang tak ada yang salah dengan acara seperti ini karna dijadikan ajang bersilaturrahmi. Tapi sering kali, momen buka puasa tidak hanya sekedar berbuka puasa. Manusia sering kali keluar dari rencananya, acara berlanjut hingga malam dan melupakan apa yang disebut kesunnahan, shalat tarawih. Itu tidak bisa dipungkiri, akupun mengalaminya sendiri. Dan aku yakin, para pembaca juga pernah mengalami.

                Ada hal lain lagi, di tengah-tengah bulan puasa banyak manusia yang mulai lupa. Mereka menikmati hari-hari terakhir di bulan itu untuk berbelanja. Berbelanja apa saja, entah makanan, baju lebaran atau barang-barang sekunder lainnya. Masjid mulai sepi ditinggal penghuninya keluyuran di pusat perbelanjaan, meluapkan nafsunya. Majlis taklim yang biasanya padat oleh manusia menjadi padat udara, lengang. Padahal sepuluh hari terakhir bulan ramadhan lebih banyak membawa berkah, tapi sering kali manusia tidak mengingatnya.

                Maka sebelum bulan itu datang dan penyesalan terbayang, mari bersama-sama bertekad untuk menikmati bulan ramadhan dengan penuh kehati-hatian. Boleh saja melakukan kegiatan berbelanja, buka bersama atau kegiatan lainnya asal tidak mengganggu rutinitas beribadah. Jangan tukarkan waktu berharga ini hanya untuk meluapkan nafsu yang sering memperbudak manusia. Ramadhan hanya datang setahun sekali, tidak berkali-kali. Mari saling introspeksi diri, tekadkan niat yang tulus untuk mengabdi kepada-Nya di bulan yang penuh berkah ini!


Marhaban Ya Ramadhan,



Pondok Pesantren Darun Nun Malang, 5 Mei 2019
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar