Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Mengenal Allah Setengah-setengah

Oleh Dyah Ayu Fitriana @fitriyesss

Kita sering lupa ketika Allah memberi kita nikmat. Bahkan kita lupa bahwa dulu kita pernah ndepe-ndepe (memohon dengan sangat sambil merendahkan diri) akan hal itu pada Allah.

Kita meminta kecerdasan, bisa sekolah, dapat beasiswa keliling dunia, tapi ketika semua itu sudah kita genggam, sudahkah kita benar-benar mau belajar? sudahkah kita berhenti mengeluh akan tugas-tugas dan mulai menikmati jerih payah masa sekolah yang kita pinta? Maukah kita membagi ilmu dan peran dengan cuma-cuma ketika kita sukses dengan beasiswa yang telah kita nikmati?

Banyak yang sudah, begitu pula dengan yang lupa.

Kemahakuasaan yang dimiliki Allah, Tuhan kita ternyata membuat kita menjadi mesin penuntut. Membuat sendiri ukuran-ukuran kebahagiaan dan kesuksesan dengan otak kita yang cerdas. Mengabaikan bahwa kecerdasan kita fana, keterlupaan yang membuat kita sering mengeluh karena Allah-yang Mahakuasa- tidak menuruti keinginan kita sesuai dengan apa yang sudah kita ukur dengan sempurna.

Beda lagi, jika keinginan itu dituruti oleh Allah. Kita suka lupa dan mengaku sebagai pihak yang paling berperan pada kesuksesan yang sudah kita capai. Saat orang bertandang dan bertanya apa kiat sukses membangun bisnis? menjaga rumah tangga? Mendidik anak? Menjadi seorang (apa saja yang kau inginkan itu), Maka satu persatu kalimat indah itu meluncur, mengembangkan bunga-bunga di hati. Wah betapa hebat diriku ini. Yah begitulah kita suka lupa.

Alangkah bahagianya jika kita bisa menjadi hamba yang selalu menikmati pemberian Allah yang Maha Rahman. Alangkah syahdunya jika doa kita mengalun "Ya Rabb, pengatur segala detail dalam hidupku, betapa tumpah ruah nikmat yang Engkau berikan. Betapa kami masih sering dholim dalam perjalanan, sedang nikmatmu terus bercucuran. Anugerahkan kepada kami hati yang merasa cukup, tapi tangan yang selalu merasa haus untuk melakukan kebaikan karena-Mu."

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar