Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Kilas Balik Jogja #2


 Siti Fathimatuz Zahro'

      Air... Siapa yang tidak suka? Riak gelombang berwarna biru seakan mampu mendekap tubuh siapa pun didalamnya. Maka tidak heran jika ia juga mampu menenggelamkan apapun siapapun ke dalam pusarannya. Menyentuh kaki-kaki kecil ditepi pantai seolah mengajak untuk berlayar bersamanya. Kecipak air terpukul merendam kaki di danau kecil.
Yogyakarta dengan segala istimewanya........
    Taman Sari Yogyakarta. Sebuah lahan dengan luas lebih dari 10 hektare dan terbagi menjadi banyak bagian dan kegunaan yang beragam pula. Tempat ini merupakan salah satu situs sejarah yang banyak digandrungi untuk disinggahi. Sajian pemandangan yang memanjakan mata membuat setiap jengkalnya ingin memberi jejak gambar sebagai bukti nyata bahwa pernah singgah didalamnya. Sambutan gapura megah material batuan putih gading seolah berkata “Sugeng Rawuh” siap menyerahkan segala pesona yang dimilikinya.
      Tempat ini lebih dominan sebagai tempat melepas penat dari hingar bingar urusan dunia. Masuk didalamnya seakan menikmati taman surga bersama para bidadari. Bagaimana tidak? Bagian-bagian pada tempat ini merupakan tempat singgah dari sultan dengan ditemani oleh para permaisurinya. Setelah masuk dari gapura utama, pengunjung akan menaiki beberapa tangga dalam lorong yang bergema dan akan disambut oleh dua kolam yang diantaranya terpisah oleh sebuah jembatan bak dermaga dalam dunia dongeng. Sajian air kolam berwarna biru seakan mampu menghipnotis setiap mata untuk menyatukan diri dengan tenangnya air kolam. Konon dikolam itulah sultan meleburkan diri bersama para istri (selir) dan puterinya. 
     Jangkauan Taman Sari masih berada pada kompleks Keraton Yogyakarta. Dulunya taman ini membentang dari sebelah Tenggara Magangan sampai Barat Daya Kedhaton. Namun kini beberapa bagiannya telah menjadi pemukiman warga. Jadi bangunan utama yang masih terjaga secara utuh inilah saksi bisu peradaban Yogyakarta pada masanya.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar