Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ceramah Alam Semesta

Image result for gambar anak belajar di hutan

Oleh : Inayatul Maghfiroh

Genangan Air yang mengalir, deburan ombak oleh angin, lambaian daun-daun yang menawan anggun, gerak gerik hati yang tersembunyi, segalanya yang tercipta adalah tanda-tanda yang  penuh makna.
Kalimat itu mungkin kesimpulan dari cerita-cerita ibu dahulu, saat aku masih kecil ibu selalu membelikan buku yang didalamnya terdapat pembahasan unik. Buku-buku itu memuat pertanyaan “ kenapa “ dan jawabannya, kenapa seorang anak harus belajar ? misalnya. Sehingga lambat laun hal tersebut berpengaruh kepadaku dalam menyikapi apapun yang terjadi, Setiap peristiwa pasti akan selalu aku tanyakan kenapa dan kenapa. Namun, anehnya ibu dan ayah tak pernah memberikan jawaban secara langsung, “jika kamu ingin tahu akan sesuatu berusahalah dahulu,  jika memang sudah tak mampu maka kamu boleh bertanya”, ucap ayah kepadaku. Bagaimanapun aku diajari agar selalu patuh pada perintah orang tua , sehingga dengan berat hati aku meng “ iya” kan kalimat ayah, meskipun sebenarnya kepala dipenuhi tanya.  Hingga pada suatu hari, tepat saat bulan romadhon adzan ashar berkumandang, namun adzan kali ini tidak seperti biasanya yang elok didengar dengan irama lagunya, adzan hari ini sangat datar tanpa irama sedikitpu,n setelah kutengok ternyata yang adzan adalah ayah, cepat-cepat aku tanya kepada ibu , bu kenapa ayah adzannya datar sekali ? bukannya yang berirama lebih enak didengarnya? Nanti setelah lulus MI mondok ya biar tau kenapa alasannya, jawab ibu sambil tersenyum. Hmmmm
Hari semakin hari, bahkan pertanyaan- pertanyaan itu sudah tidak terfikir lagi aku sudah berada di sebuah tempat bernama “ penjara suci” , hingga pada suatu hari, tepatnya saat mengaji kitab “ tuhfatul athfal “ ( kitab yang menerangkan tentang tajwid)  bersama pak kiyai, pak kiyai menjelaskan tentang bab Mad, dan bercerita bahwa di sebuah kota bernama kota kudus, orang-orang disana ketika adzan tidak menggunakan irama , detik itu aku teringat ayah. Hati dan fikiran semakin merasa tak sabar mendengar alasannya. Kenapa tidak berima? Lanjut pak yai, karena sangking menjaga kebenaran makna ketika salah menempatkan panjang dan pendeknya.  Alhamdulillah yeyy, akhirnya aku mengetahui jawabannya lalu aku menceritakan kepada ibu.
Lambat laun, semakin bertambahnya usia aku merasa bahwa banyak hal yang harus aku tanyakan, banyak hal yang membuat keresahan, baik dari hati ataupun pikiran” , seperti sikap teman dan lain sebaginnya, bahkan kenapa muncul istilah masalah . karena untuk bertanya kepada ibu aku sudah tau jawabnya, aku memutuskan untuk mencari jawaban sendiri. Sepulang sekolah yang seharusnya aku berangkat bimbel (bimbingan belajar) aku berbelok arah menuju warnet untuk mencari tahu makna dari kata “ masalah”. Setelah googling yang aku temukan bahwa masalah adalah sesuatu yang dengannya kita lebih baik ( intinya seperti itu), semakin pusing aku memikirkan makna masalah, bagaimana bisa artinya sesuatu yang membuat kita lebih baik sedangkan kebanyakan aku mendengar seseorang merasa jenuh dengan yang disebut masalah?.
Sambil melangkahkan kaki menuju pondok aku berfikir kenapa masalah menjadikan kita lebih baik, tiba-tiba melintas saja dalam fikiran bahwa setiap masalah mempunyai solusi. Demikianlah pernyataan yang pernah kubaca, sesembari menelaah setiap kata dan berusaha menyambungkan bahwa dengan masalah ketika mampu menyelesaikannya akan menghasilkan sebuah pelajaran yang berharga. Setelah tau bagaimana masalah sambil mengingat, sering kali aku mengatakan oooooo panjang sekali sebagai tanda aku pernah mengalami masalah.

            Kehidupan telah bergilir begitu saja, tanpa peduli peristiwa yang telah berlalu, cara ibu mengajar yang seperti itu telah membuka satu pintu kecil keingintahuan akan banyak hal, kenapa air mengalir dari atas kebawah, kenapa semua bermuara kepada laut hal-hal seperti itu bahkan menjadi objek yang secara tidak sadar menjadi terfikirkan, yang bagaimanapun juga harus dicari jawabannya. Aku menjadi tau, bahwa belajar bukan berarti hanya bertajuk pada lembaran buku-buku,  semua yang tercipta tak pernah sia-sia sekalipun tentang sampah dalam tempatnya. 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

1 komentar: