Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ridho Guru, Sumber Manfaat Ilmu

Image result for menghormati guru

Sudah menjadi hal yang umum kita ketahui, bahwa salah satu sebab keberhasilan seorang murid adalah menghormati guru, sebagaimana disebutkan dalam kitab Ta’limul Muta’alim
اِعْلَمْ، بِأَنَّ طَالِبَ العِلْم لاَيَنَالُ اْلعِلْمَ  وَلَا يَنْتَفِعُ بِهِ اِلَّا بِتَعْظِيْمِ اْلعِلْمِ وَاَهْلِهِ وَ تَعْظِيْمِ الاُسْتَاذِ وَتَوْقِيْرِهِ
Ketahuilah, sesungguhnya orang yang mencari ilmu tidak akan memperoleh ilmu dan kemanfaatannya, kecuali dengan memuliakan ilmu beserta ahlinya, dan menghormati guru.
Banyak sekali cerita-cerita para ulama’ terdahulu yang sebagaian besar mendapatkan kemanfaatan ilmunya bukan hanya lantaran kesungguhannya belajar, namun karena ta’dzimnya kepada guru beliau. seperti yang dicontohkan Imam Syafi’i
Dikisahkan, suatu hari Imam Syafi’i sedang mengajar santri-santrinya di kelas. Namun tiba-tiba saja beliau dikejutkan dengan kedatangan seorang pria yang berpakaian lusuh, kumal dan kotor.
saat itu juga, Imam Syafi’i mendekati dan kemudian memeluknya.
Para santri kaget bukan kepalang, rasa heran melihat pemandangan tersebut, dimana gurunya telah memeluk orang berpakaian kumal serta lusuh tersebut.
Salah seorang santri Imam Syafi’i bertanya,
“Siapakah dia wahai guru, sampai engkau memeluknya erat-erat. Padahal ia kumuh, kotor serta menjijikkan?”
Imam Syafi’i menjawab,
“Beliau adalah guruku. Ia telah mengajariku tentang perbedaan antara anjing yang cukup umur dengan anjing yang kecil. Pengetahuan itulah yang membuatku bisa menulis buku fiqih ini.”
Adapun bagaimana cara menghaormati guru juga disebutkan dalam kitab Ta’lim Muta’alim
وَمِنْ تَوْقِيْرِ اْلمُعَلِّمِ أَنْ لاَيَمْشِىَ أَمَامَهُ، وَلاَ يَجْلِسَ مَكَانَهُ، وَلاَ يَبْتَدِئَ الْكَلاَمَ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ، وَلَا يُكَثِّرَ الْكَلاَمَ عِنْدَهُ، وَلاَ يَسْأَلَ شَيْئًا عِنْدَ مَلاَلَتِهِ وَيُرَاعِىَ الْوَقْتَ، وَلاَ يَدُقَّ البَابَ بَلْ يَصْبِرَ حَتَّى يَخْرُجَ
Sebagaian dari menghormati guru, yaitu jangan berjalan di depannya, duduk di tempatnya, memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macam-macam darinya, dan menanyakan hal-hal yang membosankannya, cukuplah dengan sabar menanti di luar hingga ia sendiri yang keluar dari rumah. Disebutkan juga termasuk menghormati guru yaitu dengan memuliakan anak-anak serta keluarga beliau.
Sebagaimana kita tahu ketika kita berusaha meraih ridho Allah, maka kita akan berusaha sebaik mungkin menghindari larangan Allah dan melakukan perintah-Nya. Dengan keridhoan Allah kepada kita, maka segala sesuatu yang kita inginkan. Begitu juga ketika kita menghormati guru sehingga guru ridho kepada kita, maka ilmu yang kita dapat akan bermanfaat sebab ridho guru kepada kita.



Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar