Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Perkataanmu, juga pedangmu


Hasil gambar untuk menjaga lisan

By : Siti Khoirun Niswah

            Ketika seseorang sedang mencari ilmu, hal pertama yang harus ditanamkan dalam hati adalah niat. Niat dari hati yang paling dalam untuk sungguh-sungguh ingin menghilangkan kebodohan, menggali segala ilmu-ilmu pengetahuan.  Selama niat ingin menghilangkan kebodohan itu terus mengalir dalam menuntut ilmu, maka ilmu senantiasa mudah kita dapatkan. Kesulitan dalam mencari ilmu akan menjadi mudah saat kita menanamkan niat yang benar.
Namun juga jangan lupa ketika kita mencari ilmu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar ilmu kita bermanfaat. Seperti dalam kitab ta’limul muta’allim, banyak sekali hal yang harus dilakukan agar ilmu kita bermanfaat dan kita senantiasa dijaga oleh ilmu. Pertama, tanamkan niat yang benar, kedua adab sopan santun terhadap guru, orangtua dan teman. Ketiga menjaga perkataan dengan guru, orangtua, teman seperjuangan mencari ilmu, dan orang-orang disekeliling kita.
Menjaga perkataan terhadap guru, orangtua, teman-teman kita sangat dianjurkan. Mengapa? sebab perkataan yang keluar dari lisan tanpa kita sadari terkadang menyinggung perasaan orang lain. Jadi berhati-hati dalam menjaga perkataan sangatlah penting.
Umar bin Abdul Aziz berkata : “hati itu adalah harta rahasia,bibir adalah gemboknya  dan lisan adalah kuncinya, maka hendaklah setiap orang menjaga kunci rahasianya itu”. Jadi, setiap perkataan yang keluar dari lisan sebanarnya adalah gambaran hati pada diri seseorang. Perkataan yang kurang baik, terkadang karena suasana emosi yang tidak menyenangkan. kita tidak mungkin mengetahui isi hati seseorang, namun hati akan tergambar melalui perkatan yang keluar dari lisan kita.
Hati yang senantiasa senang menjadikan perkataan yang keluar dari lisan kita adalah yang baik dan bermanfaat. Sehingga orang disekeliling kita juga senang berteman dengan kita, akhirnya jalan kita menuntut ilmu juga akan lebih mudah. Mengapa lebih mudah? Karena kita akan banyak teman, dengan banyak teman  juga banyak saling menukar ide-ide brillian. Begitu juga dengan guru dan orangtua, apabila sikap dan perkataan kita senantiasa baik kepada mereka maka meraka pun saya yakin semakin senang dengan kita sehingga tanpa kita minta untuk didoakan, mereka senantiasa mendoakan kita terlebih saat kita mencari ilmu.
Manusia adalah tempat salah dan lupa, manusia juga makhluk yang istimewa karna memiliki nafsu dan emosi. Terkadang emosi kita dalam keadaan senang ketika mendapat sebuah pujian atau rizki yang berlimpah oleh Allah. Namun adakalanya juga pernah memiliki sebuah masalah yang menjadikan perasaan tidak enak. Bagaimana cara kita agar bisa mengontrol hingga tidak keluar perkataan pedas dari lisan kita? Mungkin ini yang sering kita alami. Jika demikian, sejenak kita diam saja. Dengan diam maka kita tidak mengeluarkan perkataan yang menyinggung orang lain. Namun juga tidak perlu menunjukkan muka yang penuh dengan masalah. Mungkin hal ini sedikit mengurangi perktaan-perkataan tidak enak.
Orang yang bisa menjaga lisannya merupakan orang hebat karna dapat menjaga pedangnya sendiri tanpa harus menguras darah orang lain. Maka mari senantiasa kita jaga perkataan kita agar senantiasa dipermudah jalan kehidupan kita. Sopan terhadap sesama, dan yang lebih dewasa.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar