Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Teka Teki Untuk Manusia Dari Tuhan


Picture from: facebook.com
Oeh:
Nur Sholikhah





            Manusia dalam hidupnya selalu menginginkan yang terbaik, hidup dalam harapan-harapan yang ia ciptakan sendiri, tumbuh berkembang bersama tujuan hidup yang sudah tertanam di hati. Manusia selalu memiliki rencana-rencana untuk kehidupan di masa yang akan datang, ia pintar menyusun apa yang akan dilakukan, ia bisa merencanakan tentang masa depannya, tentang pekerjaannya, bahkan tentang alur kehidupannya. Namun, manusia hanya sebatas perencana. Ia tidak bisa menjalankan rencana tersebut tanpa seizin-Nya.

            Semua kembali pada sang pencipta, pemilik kehidupan ini. Rencana-rencana terbaikpun hanya akan menjadi wacana tanpa belaian tangan Tuhan. Sudah berapa kali rencana kita yang gagal? Sudah berapa kali harapan kita tak sesuai dengan kenyataan? Sudah berapa kali impian kita harus terkandaskan? Tapi jangan berburuk sangka pada-Nya meskipun kita terkadang sering merasa kecewa.

            Tuhan lebih mengerti tentang kehidupan yang kita miliki, Ia lebih tahu apa yang terbaik untuk kita dan pastinya Tuhan lebih paham kapan kita harus tersenyum bahagia. Mungkin Tuhan sengaja menunda keinginan kita karna Ia sedang menguji kesabaran dan keimanan kita kepada-Nya. Tuhan bisa jadi menyembunyikan sesuatu yang lebih berharga dari apa yang kita inginkan. Tuhan juga sering membelokkan alur rencana kita, menggantinya dengan cara lain. Tapi di balik itu semua Tuhan sedang mempersiapkan rencana yang lebih baik daripada rencana yang kita miliki saat ini.

            Sebuah contoh kecil dari kejadian minggu ini. Sudah 2 kali berturut-turut aku berencana untuk menemui seseorang yang sangat penting. Beliau adalah informan kunci untuk penelitianku. Rencana pertemuan sudah tersusun, bahkan apa yang harus aku bicarakan sudah tertulis di otak. Waktu dan tempat sudah ditentukan dengan sangat jelas, di kantor beliau pukul 9 tepat. Aku berangkat tanpa sempat berpikir bahwa rencana ini akan batal. Dan ketika aku sudah berada di tempat sesuai dengan perjanjian, Tuhan berkata lain.

            “Selamat pagi, bisa bertemu dengan bu Endang?”

            “Maaf mbak, bu Endang baru saja keluar karna ada panggilan mendadak dari dinas,”

            “Mbaknya siapa?”

            “Saya yang kemarin mau penelitian di sini bu,”

            “Oh, bu Endang memang barusan berpesan bahwa beliau tidak bisa ditemui karna ada panggilan mendadak dari dinas.”

            Aku hanya mengangguk dan langsung berpamitan pulang. Iya, memang kita hanya sebagai perencana. Semua kembali pada ketetapan Tuhan. Tapi aku berusaha untuk tidak kecewa karna aku yakin rencana-Nya pasti lebih indah. Aku tepiskan rasa bosan dengan berjalan-jalan di sekitar kantor beliau. Melihat jalan yang ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor sambil menikmati musik dangdut yang mengalun merdu. Gerimis turun dengan tenang dan aku mencoba menerka makna di balik rencana yang tertunda ini melalui sentuhan lembut gerimis-Nya.

            Ah mungkin kali ini persiapanku belum matang untuk melakukan wawancara dengan beliau. Atau ada sesuatu yang lebih penting dari rencanaku ini. Oh bisa jadi hari ini aku terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan tugas skripsi. Atau mungkin Tuhan memberiku hal lain yang belum kupahami. Semua menjadi teka teki, tapi yang jelas karna kejadian itu aku bisa menorehkan kata-kata yang sedang kau baca ini.




Malang, 24 Januari 2018
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar