Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Sulit bukan berarti tidak bisa

Hasil gambar untuk orang semangat

Oleh : Inayatul Maghfiroh

 Dalam menjalani kehidupan, manusia sebagai makhluk sosial tidak lepas dari interakasi bersama orang lain, baik itu teman, guru, orang tua, dan yang lain sebagainya. Ada yang saling bertukar cerita, saling memberi motivasi, atau bahkan ada yang untuk mengancam. Meski hal tersebut ( mengancam) sering kali disebut perbuatan yang tidak baik, hal ini justru sering terjadi dalam dunia perkulihan misalnya. Kerap kali sebagaian dosen menyampaikan sesuatu yang menjadi ancaman bagi para mahasiswanya , entah hal ini disengaja atau tidak dalam melakukannya. “ kalian seharusnya ketika memasuki dunia kampus, bukan lagi untuk belajar, tapi untuk memuroja’ah, sudah seharusnya kalian memiliki bekal ketika masuk kedalam dunia perkulihan. misalkan sudah paham tentang nahwu shorof sehingga ketika kuliah cukup mengulangi dan pembelajaran akan berjalan lebih lancar, dan kalian akan lebih mudah dalam memahami pelajaran begitu untuk proses yang selanjutnya”. Tutur salah satu dosen.
Hal ini menjadi ancaman bagi sebagaian mahasiswa khususnya yang alumni dari SMA dan tidak pernah tinggal di pondok pesantren sama sekali, seakan-akan mereka tidak mungkin bisa untuk mempelajari bahasa arab seperti lainnya yang mungkin lebih cepat dalam menangkap materi yang disampaikan sebagian dosen karena sudah pernah mempelajari, sedangkan  kemampuan mereka yang mohon maaf bisa dikatakan jauh tertinggal dibandingkan dengan teman-temannya yang alumni MAN, atau lulusan pondok pesantren. Hal ini secara tidak langsung dapat menjatuhkan mental dan menjadikan pribadi semakin pesimis, meskipun hal tersebut tidak berlaku pada setiap orang hanya saja kebanyakan dari mereka banyak yang merasa demikian. Namun, selain memberi pernyataan rasa ancaman tersebut, sebagaian dosen juga memberikan solusi, terutama untuk lulusan SMA yang juga tidak pernah sama sekali tinggal di pondok pesantren, diantara beberapa solusi yang beliau sampaikan untuk mereka harus memiliki kemauan kuat dan semangat dalam mengejar dengan les privat misalnya, atau memanfaatkan teman yang bisa untuk diminta belajar bersama diluar jam kuliah.
Dari peristiwa tersebut, saya jadi teringat kata-kata “ bahwa yang paling menarik itu proses bukan hasil”. Betapa tidak demikian? Ketika kita ada kemauan dan semangat untuk mempelajari atau mengetahui sesuatu, kita akan dihadapkan dengan banyak hal baru yang mau tidak mau harus kita lakukan, menemukan hal baru adalah salah satu hal yang sangat menarik namun tidak mudah, ketika kita sering melakukan hal tersebut maka hal tersebut akan menjadi candu untuk mengetahui hal yang lain, sehingga secara tidak langsung “hasil” terlihat begitu begitu saja . heuheueu. Sengaja dicontohkan tentang bahasa arab, karena saya dari jurusan pba heueheu, namun hal ini berlaku bagi siapapun, sesulit apapun memaksa kemauan , bahwa yang perlu kita ketahui “ sulit bukan berati tidak bisa” .  bangkitkan semangat dan kemauan untuk mempelajari apapun itu.





Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar