picture from: merdeka.com
Oleh:
Nur Sholikhah
Selamat datang di tahun 2019, di mana Indonesia akan mempunyai
hajatan yang besar yaitu pemilihan presiden dan anggota legislatif. Persiapan
yang dilakukan untuk menjamu para tamu seperti pencoblos sudah disiapkan secara
matang dari jauh-jauh hari. Bahkan sejak setahun yang lalu. Dana kampanye sudah
dikumpulkan, foto para calon penguasa di pajang, perang media sosial dikuatkan,
hoax disebarluaskan, gosip diutarakan, berita-berita miring dan tak berguna
diciptakan. Ah, sungguh persiapan yang matang.
Masyarakat setiap
hari dijejali dengan berita yang sebenarnya tidak penting seperti tentang bakpao,
penganiayaan fiktif, perkataan seorang tokoh, prostitusi online, selang,
genderuwo, sontoloyo dan lain sebagainya. Jenuh juga rasanya melihat berita itu
muncul di beranda media sosial. apalagi berita yang menyudutkan suatu pihak,
mengunggulkan pilihannya dan mengorek kekurangan lawannya. Sungguh menurutku
berita-berita tersebut tidak membawa manfaat apapun untuk bahan skripsiku.
Situasi politik di media massa semakin panas saja ketika
masing-masing kubu saling menghina, menyebutkan kekurangan-kekurangan lawan
tanpa menyadari kekurangannya sendiri. perdebatan-perdebatan panjang antar tim
sukses di televisi sangat membosankan, begitupun di media sosial.
Belum lagi tentang tantangan untuk masing-masing paslon, tantangan
membaca quran, tantangan debat memakai bahasa asing. Semua itu malah membuat
para netizen sepertiku merasa sangat bosan dan galau. Tapi untungnya Tuhan
memahami kebosanan kaum muda netizen Indonesia. Di tengah-tengah situasi
politik yang semakin ribet dan membosankan, datanglah seseorang yang sengaja
Tuhan kirimkan untuk merilekskan suasana, memberikan angin segar dan gelakan
tawa.
Dialah capres nomor urut 10, Nurhadi-Aldo atau biasanya disingkat
Dildo. Dengan kehendak Tuhan, ia berhasil menjadi capres idola para netizen.
Calon yang diusung oleh koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik ini mampu
membuat setiap orang yang kepo tentang dirinya tertawa, menggelengkan kepala
sampai mengelus dada. Jujur saja, aku pertama kali membaca meme-memenya
langsung tertawa senang sekaligus kaget. Kok ada tukang pijat bisa nyapres,
haha.
Paslon Nurhadi-Aldo tak perlu mengumpulkan dana kampanye yang
besar, hanya berbekal ide kreatif dan humor ia sudah menjadi terkenal. Lewat kesederhanaannya
ia berbicara. Tim suksesnya pun tak berharap dibayar, karena semua hanya fiktif
sebagai sarana hiburan para netizen yang bosan dengan situasi mencekam.
Kini di Indonesia akan ada 3 presiden yang berkuasa. Siapa? Presiden
resmi Republik Indonesia, presiden Jancukers yang diperankan oleh seniman Sujiwo
Tejo dan presiden fiktif pak Nurhadi. Ketiga presiden tersebut akan
bahu-membahu membangun Indonesia agar lebih baik dan kreatif. Presiden resmi Republik
Indonesia akan mengatur urusan negara, presiden Jancukers akan mengajak
rakyatnya berkarya dan presiden fiktif akan mengajak para netizen tertawa.
Semoga tahun 2019 menjadi tahun yang lebih baik untuk Indonesia
karena kita sudah diberikan 3 presiden sekaligus. Oh iya pesta demokrasi akan
hadir di bulan April, gunakan hak suara dengan sebaik-baiknya ya! Ingat hanya
ada 2 paslon, nomor 1 dan nomor 2. Kalau mau mencari paslon no.10 maaf tidak
ada di surat suara. Dia hanya ada di media sosial dan fiktif belaka. Jadi tetap
pilih nomor 1 atau nomor 2 ya! Jangan sampai golput! Karena pak nurhadi dan
mbah Sujiwo Tejo tidak suka rakyatnya golput. Hehe
Malang, 15 Januari 2019
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
0 komentar:
Posting Komentar