Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Pelihara nyawa dan harapan




Gonjang-ganjing bumi Indonesia dikancah perpolitakan semakin membara  walhasil kedua kubu saling menjatuhkan untuk menang. Cari celah kesana kemari demi sebuah kesalahan lawan yang akan langsung dibanting abis – abisan. Tak  ada celah, pembodohan publik  berisikan konten- konten berita hoax pun menjadi sebuah kelaziman. ironisnya para manusia langsung percaya saja tanpa membolak – balik halaman duduk perkara yang tengah dibumi mayakan.
Ujaran kebencian dimana-dimana bahkan dijadikan ladang usaha bagi opnum – opnum kelebihan bibir. Karena tren pasar sekarang adalah semakin dalam aib seseorang yang bisa kita sebarluaskan maka akan menjadi sebuah capain tertinggi dan kebanggan tersendiri bagi orang – orang yang mampu menemukannya. Semakin benci berbagai hayalak terhadap seorang pesohor yang lagi naik daun maka akan semakin bagus untuk publikasi diri. Kalau dirasa kurang memuaskan untuk memecah belahkan keluarga, segalan sentimen di uci coba mulai dari sosial ekonomi sampai berujung keputusan yang sungguh berani yaitu membawa sentimen ras, suku, dan agama.
Teringat  salah satu lagu yang sempat terkenal beberapa waktu lalu yang menurutku sangat menyentuh dan sarat akan nilai berkehidupan sekarang ini. Dalam bait ke-empat lagu tersebut terdapat lirik yang berbunyi

“ Saat kejujuran sudah tak bersisa
Saat manusia hidup tanpa hati
Saat membenci terasa nyaman
      Saling menyakiti terlihat wajar   
 ”

Entah kenapa lagu milik Raisa yang berjudul nyawa dan harapan itu terasa benar – benar akan terjadi, atau bahkan mungkin sudah terjadi tanpa sepengetahuan dan sepemahaman kita. Perasaan Setiap hari ada saja berita – berita yang tidak manusiawi diberitakan yang secara langsung menimbulakan keresahan dalam diri masing-masing yang masih memiliki nyawa. Ternyata yang semu itu seringkali menakutkan. Satu yang perlu diingat dunia maya itu terkadang bersifat fatamorgana yang terlihat ada tenyata tidak ada, dan yang tidak ada di ada-adakan memanipulasi Pikiran dan hati.
Mulailah dengan mawas diri dalam menanggapi segala perkara dan kebijaksanaan dalam meyeimbangkan rasa respek  terhadap perilaku kritis. Jangan sampai berat sebelah, itu tidak baik bagi kesehatan bangsa.  Sebaris lirik terakhir dalam lagu tersebut berbunyi “Beri nyawa segala harapan” pendapat pribadi mengatakan nyawa itu akan berkembang dan terpelihara jika harapan berisikan kepastian bukan kebohongan dan kebodohan yang terlihat semu.

Na'an
Malang, 22 januari 2019
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar