Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Betapa Berharganya Nikmat Iman


Seluruh umat muslim telah diberi nikmat yang paling mahal yaitu nikmat iman, nikmat yang paling top yang Allah berikan. Selain iman, nikmat lainnya berada di nomer kesekian, karena itu umat islam diberi nikmat selain iman islam itu sudah cukup dan sudah beres. Jika diberi nikmat melebihi iman dan islam, dikhawatirkan akan menghilang. Jika diberi nikmat yang bukan maqomnya akan mblarah, jadi Allah sayang kepada seluruh umat, karena nikmat iman dan islam jangan sampai terkalahkan dengan nikmat selainnya. Jika  maqom santri jangan meniru maqom kiai, kebanyak manusia adalah maqom abid, ada khaliq, dan ber,acam-macam maqom. Kenikmatan yang paling mahal adalah iman, dalam Kitab Ihya Ulumuddin Rasulullah SAW bersabda "lek golek guru utowo kyai  goleko seng duwe 5 kemuliaan, yang harus ditiru dan diikuti" (Jika mencari guru atau kyai, carilah yang mempunyai lima kemuliaan yang harus ditiru dan diikuti) yaitu:

1. Mengajak hidup yang asalnya ragu menjadi yakin (minal syakki ilal yaqin).  Karena hidup yang tidak enak itu adalah penyakit ragu-ragu.

2. Mengajak hidup yang asalnya riya mejadi ikhlas (minal riya ila ikhlas). Amal yang tidak ikhlas tidak ada apa-apanya di hadapan Allah SWT. Tanda-tanda ikhlas yaitu jika beramal yang dipikirkan adalah "aku beramal seperti ini sudah berkualitas apa belum?, sudah benar apa belum?" yang dipikir bukan pahalanya amal. Ada sebuah cerita seorang santri datang ke kyai minta didoakan istrinya menjadi sholihah, sang kyai memberi genggaman tangan di hadapannya yang membentuk sebuah bayang-bayang. Santri bertanya maksut dari genggaman tersebut, kyai menjawab "istri itu itu ibarat bayang-bayang. Ojo nuntut wong sholihah lek awake gak gelem sholih"(jangan menuntut orang sholihah jika kita tidak mau sholih). Rasulullah tidak pernah menuntut ke siapapun. Orang yang maqomnya sudah ikhlas makan tidak akan terbuai dengan apapun, walaupun belum ikhlas namun mencoba belajar, siapa tau nanti akan dijadikan sebagai orang yang ikhlas.

3. Bisa membimbing  (minal rohbati ila zuhud). Hidup yang keduniaan menuju kezuhudan. Zuhud itu bagimana? Rasulullah SAW mempunyai sahabat yang bernama Adurrahman bin Auf yang sangat kaya, dimana beliau masuk surga terakhir. Setelah Perang Tabuk beliau membeli kurma busuk dengan niat menhabiskan hartnya, namun ada raja yang ingin membeli kurma busuk lagi untuk dijadikan obat.  Allah sudah memberi seluruh manusia kenikmatan,  tinggal keberkahan untuk apa. Maka yang dinilai oleh AllahSWT itu adalah keberkahan rejeki.

4. Mendidik dari sombong kepada tawadhu. Jangan sampai mondok, sekolah, kuliah semakin sombong terhadap ilmu yang dimilki, namun semakin bertambah semakin tawadhu.

5. Dari suka bertengkar kepada menerima nasihat (Minal adawi ila nasihat).
Iman menurut Kitab Qomi Tughyan terdapat 70 cabang, yang tertinggi adalah laa ilaa ha illa llah, yang paling rendah ialah memindahkan duri di pinggir jalan. Apa cabang berbuat maksiat? Dosa seperti asap, setiap api pasti membawa asap, orang membawa maksiat pasti berdampak dosa. Durhaka yg paling besar adalah menyekutukan Allah SWT. Setelah itu murtad, lalu mengolok-olok hukum Allah SWT, syariat baginda Muhammad SAW. Lalu dosa besar yang sudah banyak diketahui termasuk, durhaka kepada orangtua, membunuh, zina, dan berjudi. Banyak orang yang tidak takut setelah melakukan dosa besar.

Dampak maksiat  diantaranya:

1. Menghalangi barokah rizki.
2. Membawa efek negative.
3. Doanya sulit dikabulkan.Imam Maliki pernah berkata kepada Imam Syafi’i. “Aku melihat Allah meletakkan sinar di hatimu maka jangan engkau tutup dengan dosa".


Termasuk tanda keimanan yang baik adalah merespon kematian. Oanrg yang matinya senang akan berjumpa dengan Allah SWT, maka Allah SWT nanti akan berjumpa dengannya senang pula, begitu sebaliknya. Orang cerdas adalah menyiapkan kematiannya. Semoga seluruh umat islam diberikan khusnul khatimah yang membawa iman dan islam, ilmu yang bermanfaat, dan keridhoan Allah SWT selalu menyertai.


Dikutip dari ceramah KH. Nurhadin (Mbah Bolong)
Mutiara Rizqy Amalia
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar