Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Sosial media, Everywhere


Oleh
Intani Sholihah Hafizatul Husna

Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi semakin canggih.
Saat ini kita semua seakan hanya hidup dengan dunia kita sendiri dengan 
ditemani sebuah benda berbentuk persegi panjang (Hp) yang bisa membuat
kita lupa akan semuanya. Semua ini hanya tentang sosial media. Diantara
kita semua adakah yang tidak mngetahui sosial media? saya rasa semuanya 
sudah familiar dan merupakan pengguna sosial media. Begitu besar pengaruh
sosial media bagi kehidupan kita. 

Sekarang jamannya serba berubah, sedikit-sedikit sosial media (sosmed).
Coba sesekali perhatikan orang-orang disekitar kita yang sedang duduk, 
yang sedang santai maupun yang sedang menyendiri. Perhatikan apa yang
ada digenggaman mereka, jika yang ada digenggaman mereka adalah benda
berbentuk persegi panjang itu, maka lihatlah ibu jarinya yang sedang mensecroll 
timeline account sosial media yang mereka miliki. Benarkah atau hanya hoax belaka?

Dulu, ketika saya masih berada dibangku sekolah dasar, saya masih bisa menikmati 
kebersamaan dengan teman-teman sebaya, bermain congklak, kejar-kejaran, main kelereng,
hujan-hujanan tanpa pernah memikirkan sosial media, tanpa pernah memikirkan status apa 
yang akan kami update. Never. Dulu, kami tidak pernah bingung dengan pengaruh ada maupun 
tidak adanya sambungan internet (No connection). Tetapi sekarang, bisakah anda bahkan kita 
semua bertahan sebentar saja tanpa adanya jaringan internet (Internet working)? Saya rasa tidak.
semenit saja tidak ada jaringan internet kita sudah uring-uringan. 

Kehidupan kami dahulu sangat tenang, tanpa sosial media. Kalau sekarang sih apa aja update,
apa aja upload, dan ngga ada habisnya. Dulu ketika ada maling didesa, semua warga keluar
bawa tongkat, kentongan, kayu, dan sejenisnya untuk berjaga-jaga jika si maling melakukan kekerasan.
Namun sekarang, ketika ada maling, warga tinggal update status di media sosial,
trus warga sekampung pada mencet tombol like sambil berkomentar "Siapa yang kemalingan?
alhasil warga pada sibuk membalas komentar dan si maling tetap beraksi karena warganya
sibuk dengan sosial masing-masing. hehehe

Media sosial membuat semua orang jadi kreatif. Banyak orang yang tiba-tiba aja masuk tv
karena kelakuan usilnya atau kelakuannya yang hanya iseng dimedial sosial. Semua serba 
di-upgrade. Aplikasi di-upgrade, semua serba upgrade, bahkan cintanya juga di-upgrade.
Ketika masih dalam proses taarufan, cinta bersemi seindah pelangi. Saat akad nikah,
makan mie instan bagai sphageti. cinta serasa madu, semakin lama semakin rindu.

Seperti yang  ditulisankan oleh  Dinar, A pada salah satu bukunya mengatakan bahwa
''meng-upgrade bukan tentang sosial media dan apliaksi, melainkan meng-upgrade cinta
ke pasangan halal sangat di anjurkan, karena menurut penelitian para ahli dan kementrian
agama, pernikahan dibawah 5tahun sangat rentan kandas jika kedua pasangan tidak berhati-hati
dalam bersikap. kenapa bisa begitu? karena mereka lupa meng-upgrade cinta dengan 
pasangannya. tentu tidak sekedar mengatakan "Aku cinta kamu", tapi berusaha 
agar pasangan hidupnya tetap berada pada koridor islam dan menjadi pasangan hidup yang menyelamatkan." 
walaupun dalam rumah tangga selalu saja ada permasalahan serta lika-likunya
tapi itu semua tidak lain adalah bagian dari episode yang akan menguatkan cinta 
kedua pasangan suami istri. jadi, yuk kita upgrade iman, apgrade cinta terhadap 
pasangan bagi yang sudah menikah. Bagi yang belum menikah, yuk kita upgrade 
kualitas diri kita, upgrade kualitas iman kita, serta mari kita berdoa semoga Allah 
SWT segera mempertemukan dengan jodoh terbaik. Amiin




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar