Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Santri Agamis di Tengah Peradaban yang Dinamis


Oleh : Evin Isnaini 


Seperti yang sudah kita ketahui saat ini, bahwa Indonesia berada pada masa globalisasi. Dan salah satu dampaknya yaitu terhadap dunia kepesantrenan. Indonesia merupakan bangsa Timur dan bertradisi Nusantara, kini sedang terjajah oleh modernisasi bangsa Barat melalui globalisasi. Dampaknya adalah berubahnya budaya-budaya asli Nusantara yang semakin kabur dan bahkan sudah hilang. Dampak-dampak negatif akan cepat merubah kebudayaan Indonesia jika tidak dapat memfilternya dengan baik. Diharapkan para santri Pondok Pesantren menjadi pencegah berbagai dampak negatif tersebut. Akulturasi merupakan cara penting untuk menghindarkan para santri dalam perubahan kebudayaan yang ada. Misalnya saja dalam hal berpakaian, santri boleh mengenakan pakain keren untuk kelihatan modern dan kekinian, namun juga harus mengetahui batasan kesopanan pakaian tersebut jika digunakan saat masih dalam lingkugan pesantren. Begitu juga saat di luar, harus bisa membedakan mana yang keren dan mana yang tidak sopan saat dikenakan oleh santri. Sehingga identitas santri akan tetap terlihat dimanapun santri itu berada, dan tidak meninggalkan ciri khasnya sendiri.
Karena santri seperti yang banyak orang ketahui, sudah memiliki banyak pengalaman selama masa hidupnya di Pondok, yang berciri khas istiqomah, tawadhu, dan menghormati orang yang lebih tua  merupakan karakter-karakter yang telah dibentuk semasa di Pondok Pesantren. Sehingga dengan adanya karakter para santri yang seperti itu, diharapkan dapat mereda arus negatif globalisasi yang terjadi di Indonesia. Karakter yang seperti ini akan menjadi benteng tersendiri bagi para santri di Indonesia. Adanya arus globalisasi ini, para santri harus memiliki pegangan hidup yang sudah diajarkan pada masa di pesantren. Meningkatkan ibadah dan semakin mendekatkan diri terhadap Allah menjadi kunci utama pegangan seorang santri dalam menghadapi tantangan zaman sekarang.
Di Pondok Pesantren, santri diajarkan kesederhanaan dan kebersamaan. Dengan ditempatkan di suati tempat yang sama, di atap yang sama, akan mengajarkan para santri untuk saling menolong dan saling menjaga satu sama lain. Para santri juga diajarkan akhlaqul karimah yang menjadi karakter utama yang harus dimiliki santri saat sudah keluar dari pesantren. Di samping itu, spiritualitas juga diimbangi dengan kemampuan intelektual. Santri selalu dibiasakan terbangun untuk sholat malam dan berdzikir kepada Allah. Kebiasaan tersebut akan tetap ada saat seorang santri sudah menjadi alumni dari sebuah pesantren. Tak harus pesantren itu besar ataupun terkenal, tapi dilihat dari segi pembiasaan ibadah dan karakter yang dilaksanakan di pondok pesantren. Dan karakter akan semakin terbentuk kuat dan kokoh untuk menghadapi tantangan globalisasi yang sedang melanda dunia, khususnya di Indonesia.
Seharusnya karakter seperti ini yang dibutuhkan Indonesia dalam membangun peradaban Indonesia di masa modern saat ini. Karena santri diyakini menjadi seseorang yang mampu bertahan dan cinta tanah air di saat semua orang terlena dengan adanya era ini. Yang akan menuntut santri atau pesantren untuk menyaring kebudayaan atau peradaban yang sedang berkembang di masa ini. Dengan harapan penuh bahwa santri-santri terus terlahir dari pesantren dalam pembentukan karakter peradaban Indonesia yang modern.
 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

1 komentar:

  1. Bagus sekali memotivasi kita semua sebagai santri milenial dimasa depan. Semoga harapan penulis bisa tercapai.

    BalasHapus