Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Pacaran Islami


Oleh : Intani Sholihah Hafizatul Husna

Semakin berkembangnya zaman, maka semakin banyak munculnya istilah seperti "Pacaran Islami". Saya yakin kata-kata ini sangat familiar terdengar ditelinga kita semua. Dalam islam tidak ada ajaran untuk pacaran. namun "Menikah". Sekarang ini banyak sekali para ikhwan maupun akhwat yang katanya sih tidak ada hubungan apa-apa dengan si doi. Tapi tiap hari selalu mengingatkan untuk makan, sholat, bangun tahajjud.

Hey girls, jangan sampai terbujuk oleh rayuan dan perhatian mereka. Buatlah diri kita seberharga mungkin. Karena pada dasarnya wanita itu harus memiliki harga diri. Supaya para lelaki tidak bisa menginjak dan meremehkan wanita dalah hal apapaun. Kecuali ketika laki-laki dan wanita telah menikah makan sang istri (wanita) harus tunduk pada suaminya, harus menghormati dan melengkapi kekurangan suaminya.

Pacaran sehat maupun pacaran islami tidak ada dalam ajaran agama islam.
Jadi, mau sebaik apapun alasannya untuk pacaran tidak ada ulama yang membenarkan.
Laki-laki yang baik tidak akan pernah mengajak wanita yang ia cintai untuk menjalani kisah yang tidak halal, melainkan laki-laki yang baik akan datang menemui orangtua mu untuk meminangmu atau menikahimu. Bukan untuk mengajakmu keluar dari rumahmu, kemudian membawamu pergi kesuatu tempat hingga larut malam. Ingat, rayuan setan begitu indah namun dampaknya akan begitu fatal dan merugikan.

Bahkan ada yang beralasan dengan kata-kata familiar ini " Aku sama dia berkomitmen dari sekarang nanti ketika kami sudah lulus kuliah maka kami akan menikah". Coba kita tela'ah kembali berapa lama seseorang bertaaruf sebelum pada akhirnya mereka menikah. Jika kita merujuk pada pendapat Ustad Khalid Basalamah bahwa ta'aruf itu tidak perlu lama-lama dan pada dasarnya ketika kita bertaaruf ada 3 kata kunci taaruf dalam islam. apa saja? : 

  1. Lihat apa yang menarik dalam diri pasangan (lawan jenis) mu.K ita boleh "melihat" lawan jenis yang dimaksud adalah melihat wajah orang yang akan kita nikahi . Karena disebutkan dalam hadist shohih " Lihatlah sesuatu yang menarik dari orang yang akan menikah denganmu atau yang akan kamu nikahi"
  2. Kenali keluarganya (Keluarga ibunya mewarisi kharakter, sifat. Keluarga ayahnya mewarisi kharakter fisik. Kenali lingkungannya : dalam artian kita boleh bertanya tentang "dimana dia bekerja, berteman dengan siapa saja, jika ia berteman dengan orang yang rajin ibadanya, kemudian keluarganya juga orang yang seperti itu maka sudah cukup. 
  3. lalu lengkapilah dengan istikharah. karena orang mukmin tidak perlu banyak keraguan. Ragu itu was-was dari syaitan. Apalagi was-was dalam ibadah seperti 'pernikahan' itu sebabnya akan terus ditunda-tunda.
Mencintai karena Allah adalah ketika kita mencintai sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulnya. Lalu bagaimana aku mencintai wanita/lelaki yang halal untukku nikahi? Jawabannya adalah Halalkan dia /nikahi dia, kalau belum mampu? maka jaga jarak dengannya agar terhindar dari zinah ataupun dosa. Karena ketahuilah wahai saudariku, yang mencintaimu adalah dia yang ingin menghalalkanmu bukan ia yang ingin kau jadi kekasihnya, dia tidak menyentuhmu karena ia tahu ditusuk dengan besi panas lebih baik baginya daripada menanggung dosa bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Mendoakan yang terbaik untukmu, menjagamu dalam do'a dan nasehat itulah lelaki yang meencintaimu dengan sungguh. 

Dinar Apriyanto dalam buku Catatan cinta sang ikhwan mengatakan bahwa '' Jika lelaki yang sudah mengucap janji berat di hadapan Allah untuk memperistrimu, dan hingga saat ini ia belum sempurna sesuai yang kamu hendaki, maka rengkuhlah tangannya dan ajaklah bersama-sama untuk menjadi pasangan sholeh dan sholehah yang kamu idamkan dalam doa-doamu'' 

Pondok Pesantren Darun Nun
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar