Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Kegembiraan Abu Lahab di bulan Rabiul Awwal


Kegembiraan Abu Lahab di bulan Rabiul Awwal



Senin, 12 Rabiul awwal tahun gajah di Mekkah, lahirlah manusia yang paling mulia diatas muka bumi, seorang yang selalu dipuji setiap orang di seluruh penjuru dunia bahkan Allah dan Malaikat bersholawat dan puji kepadanya, baginda Rasulullah "Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib" terlahir dari rahim seorang wanita suci dan mulia keturunan bani Zuhra , sayyidah Aminah dan seorang laki - laki yang gagah dan pemberani, Abdullah bin Abdul Mutholib, namun 6 bulan dikandungan sang ayah wafat diusia 20 tahun, sang baginda lahir sebagai yatim dan hidup  bersama dengan seorang ibu, kakek dan paman – pamannya.

                        Rasa damai tenang dan haru terangkum menjadi satu, semua penduduk langit dan bumi bahagia akan kelahiranbaginda,arsy bergoncang,  bumi bergetar, langit penuh dengan cahaya kegembiraan, ka'bah ikut bergetar bahkan api abadi orang majusi padam . Lahir bayi mungil dan lucu itu kemudian dibawa oleh sang kakek Abdul Mutholib berkeliling ka'bah dengan rasa gembira yang amat sangat dengan meneriaki kata - kata pujian dan seluruh penduduk Arab merasakan gembiraan itu.

                        Begitupun sang paman Abdul al - Uzza (Abu Lahab) yang sangat membenci ajaran baginda dan nama Abu Lahab tercantum dalam Al Qur'an karena terkenal dengan kejam dan licik dia  bersama istrinya pun ikut berbahagia akan kelahiran baginda. Ketika budaknya Tsuwaibah datang membawa kabar gembira atas kelahiran ponakanya, Abu Lahab seketika berlari - lari dan meneriakan pujian - pujian kepada sang ponakan dan mengundang para penduduk Arab untuk makan di rumahnya karena kegembiraan dan rasa syukur beliau atas lahirnya ponakan yang dinanti - nantikan bahkan sang paman memerdekakan budaknya yaitu Tsuwaibah untuk dihadiahkan kepada sayyidah Aminah.

Dalam kitab “Anwarul Muhammadiyah“ yang disusun oleh Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani, diterangkan bahwa pada saat hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, seorang wanita budak belian dari Abu Lahab (tokoh kafir jahiliyyah) yang bernama Tsuwaibah menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW kepada Abu Lahab. Karena senangnya Abu Lahab mendapat berita itu, spontan budak wanitanya yang bernama Tsuwaibah itu dibebaskan dan dihadiahkan kepada Siti Aminah, Ibunda Muhammad SAW, untuk menyusui bayinya tersebut.

Ketika Abu Lahab telah meninggal dunia seorang sahabat Nabi ada yang bertemu dalam mimpinya dan menanyakan tentang nasibnya di akhirat.  Abu Lahab menjawab, "Saya disiksa selama-lamanya karena kekafiran saya tetapi pada tiap-tiap hari senin saya diberi keringanan dari siksaan bahkan aku bisa mencium dua jari tanganku dan bisa keluar airnya untuk saya minum."
Dan ketika ditanya, "mengapa bisa demikian?" Abu Lahab menjawab, "Ini adalah merupakan hadiah dari Allah karena kegembiraanku pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW."
Abu Lahab seorang kafir dibebas dari siksaan karena rasa bahagianya akan kelahiran sang baginda, lantas bagaimana dengan diri kita yang mengaku cinta kepada sang baginda..

Oleh : Ira Safira Haerullah




Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar