Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Aku dan Orang-orang Fasik


picture from: merdeka.com
Oleh:
Nur Sholikhah




            Hai, kenalkan namaku hoaks. Lahir dari generasi orang-orang yang cerdas, tumbuh berkembang di lingkungan yang menjunjung tinggi ego dan emosi. Jangan tanya alamatku di mana, karna aku bersifat nomaden alias suka berpindah-pindah. Rumahku ada di mana saja sesuai keinginan, di media sosial, media cetak dan media-media lainnya. 

            Setiap hari aku diciptakan dengan berbagai tujuan, aku bahkan sengaja dilahirkan dari tulisan-tulisan, dari mulut para manusia, dari telinga yang tiada guna dan dari pikiran kotor sang pengagasku. Aku dibawa ke mana saja yang mereka mau, ke kantor, ke sekolah, ke balai RT, ke jalan raya bahkan ke pengadilan dan istana negara. Jangan tanya gajiku, aku pun tak pernah mendapat keuntungan sepeserpun dari hasil kerja kerasku. 

            Aku diciptakan dari orang-orang yang kreatif dan cerdas, namun sayang mereka adalah orang-orang pengangguran. Buktinya saat orang lain sibuk mencari solusi untuk sebuah masalah, mereka malah mencari dan menambah-nambah masalah dengan menciptakanku. Aku sih diam saja, karna aku bukan siapa-siapa. Setelah aku berhasil tercipta, mereka akan menebarluaskanku. Dan orang-orang bodoh dan awam lah yang ikut berperan sebagai distributorku. Dengan tanpa berpikir panjang, mereka terus membelah diriku, entah lewat ucapan atau tulisan-tulisan tak bermutu. 

            Aku lelah. Apa yang ada dalam diriku bukanlah sebuah kebenaran, mengapa manusia begitu cepat mempercayaiku? apa memang aku terlihat begitu menarik? Atau aku memang lebih indah dari bait-bait puisi yang cantik? padahal mereka tahu aku bisa mendatangkan celaka. Aku bisa memecah belah golongan manusia, aku bisa membuat orang menjadi marah bahkan menyulut emosi mereka, aku bisa membuat kerusuhan, aku bisa mencemarkan nama baik orang, dan kejadian-kejadian buruk yang tak diinginkan. Sungguh berbahaya bukan jika aku terus saja berkeliaran di dunia yang fana ini?

            Sudahlah, hentikan untuk menciptakanku dan menebarluaskanku. Aku ingin hidup tenang, aku lelah menebar kebencian di antara kalian. Janganlah serakah hai manusia! jika kau menghidupkanku untuk memuaskan hatimu, membalaskan dendammu, menuruti semua hawa nafsu dan egomu, maka apa bedanya kau dengan budak setan. Lebih baik kau manfaatkan waktumu untuk menebar kebaikan, menciptakan kedamaian. 

            Aku tak mau menjadi tenar kembali, kubur aku dalam-dalam agar aku tak membahayakan dan meracuni banyak orang. Jangan membuatku merasa terbebani dengan dosa-dosa kalian. Jangan membuatku semakin merasa bersalah  di hadapan Tuhan. Meski aku tak punya akal pikiran juga perasaan, tapi aku ingin hidup tenang dan kembali pada kebenaran karena aku selalu mengingat pesan Tuhan:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kau menyesali perbuatanmu itu. (Qs.Al Hujurat : 6)
 




Malang, 2 November 2018
Pondok Pesantren Darun Nun Malang


Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar